Idris Buka-bukaan

252

Issue keretakan hubungan antara Walikota, Mohammad Idris dengan Wakil Walikota, Pradi Supriatna kian kronis. Berbagai kalangan semakin getol membicarakan hubungan kepala daerah yang belum genap setahun menjabat.

Alhasi, Walikota Depok, Mohammad Idris akhirnya buka-bukaan terkait hubungan mereka berdua. Dikatakan Idris, bahwa hubungan dirinya dengan bawahannya itu tidak ada masalah, termasuk dalam pembagian tugas.

“Yang namanya kerjasama nggak harus sama-sama, jangan diartikan kalau tidak sama-sama nggak harmonis, jangan seperti itu. Yang penting kerjasamanya bagus,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, belum lama ini.

Dikatakan Idris, bahwa dirinya memberikan tugas kepada Pradi sebagai wakil walikota secara proporsional. Dijelaskannya, bahwa tidak ada yang namanya bagi-bagi ‘kue’.

“Tetap yang menandatangani saya. Yang namanya bagi-bagi kue maupun kekuasaan yaitu wali dengan wakil, wakil dengan wali. Yang dimaksud dengan bagi kue dan kekuasaan itu apa?. Ternyata di sebagian oknum politisi ada yang berpandangan bahwa dibagi-bagilah dinas-dinas, missal walikota Dinas Pol PP, Dishub, Ekbangsos dan wakil walikota seumpama Dinas Sosial, nggak begitu kan,” paparnya.

Hal tersebut, sambungnya, yang bertanggungjawab terhadap birokrasi dan lembaga di atasnya adalah dirinya. Termasuk tandatangan dokumen harus dilakukan  dirinya.

“Bisa dibayangkan, ketika ada tugas dijalankan oleh orang lain namun dokumennya saya yang tandatangan, saya tidak memiliki otoritas untuk menguasai, menegur dan lainnya, kan bahaya itu,” tegasnya.

Dari itu, dirinya terus berupaya menjalankan tugasnya sesuai aturan birokrasi.

“Silahkan baca tupoksi walikota apa dan tupoksi wakil walikota itu apa. Termasuk fasilitas dan hak sudah ada undang-undangnya. Jadi itu omong kosong, saya dan Pak Wakil tidak ada apa-apa,” terangnya.

Kalau memang sebagian orang terkesan ada dua matahari, lanjutnya, hal itu dikarenakan gaya kepemimpinan yang berbeda.

“Gaya Pak Pradi Supriatna memang dari dulu begitu, nongol dan suka selfie. Kalau saya memang tidak suka selfie, pencitraan termasuk foto-foto, kecuali dipaksa foto-foto. Itu memang bawaan, jangan dipaksa seorang Pradi menjadi saya dan saya menjadi seorang Pradi, nggak bisa, itu harus diterima apa adanya. Nggak ada yang namanya dua matahari, Pradi di bawah kekuasaan saya dan di bawah kendali saya sebagai wakil walikota,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa keduanya saling memberikan teguran ketika ada sesuatu yang salah.

“Terlebih beliau (Pradi,red) masih baru, dalam menjalankan tugasnya barang kali ada sesuatu yang melanggar undang-undang tapi juga etika-etika yang kadang-kadang perlu dibenahi, begitu pun saya,” ungkapnya.

Sementara itu, di berbagai kesempatan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menegaskan jika hubungannya dengan atasannya hingga kini baik-baik saja.

“Hubungan kami dengan Pak Idris fine-fine saja, berikan kami kesempatan untuk bekerja dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Kami berharap, teman-teman di sekeliling kami memberikan support yang positif kepada kami. Kalaupun ada kekurangan ya sampaikan, jadi jangan memaksakan kehendak-kehendak yang pada akhirnya merugikan kami,” terangnya.

Meskipun keduanya membantah issue keretakan hubungan mereka, namun issue tersebut hingga kini masih berlanjut. Mereka menduga bahwa ada pihak-pihak yang sengaja mempermainkan issue tersebut untuk membuat gaduh suasana di pemerintahan.magangg

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here