Tingkatkan Rasa Peduli

159

Margonda | Jurnal Depok

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna turut prihatin akan kasus perampokan disertai pembunuhan di Pulomas Jakarta beberapa waktu lalu. Pelaku yang merupakan warga Depok tersebut, disesali Pradi. Karena itu dirinya meminta masyarakat untuk lebih peduli dan terbuka akan sekitar.

“Turut prihatin dan menyesali ternyata warga Depok. Tapi itu kan urusan kepribadian, pemerintah tak bisa turut campur,” katanya kemarin.

Terkait penduduk pendatang yang berada di Depok, Pradi mengatakan perlu bantuan dari masyarakat juga. Seperti, tetangga sekitar perlu tahu seluk beluk asal pendatang seperti apa. Jika perlu, Pradi mengimbau agar masyarakat melaporkan ke tingkat RT dan RW serta apabila terlihat ada yang mencurigakan langsung laporkan ke pihak berwenang.

“Kegiatannya apa, jika ada yang mencurigakan bisa disampaikan ke pihak RT RW. Kalau perlu ke aparatur terkait,” jelasnya.

Pradi juga mengapresiasi  pihak kepolisian Polresta Depok terkait layanan tombol panic button. Menurutnya ini bisa jadi solusi bagi masyarakat.

“Kalau pemerintah sifatnya hanya imbauan, jika kaitannya sistem administrasi itu akan diperbaiki,” tambahnya.

Pradi berharap identitas pendatang bisa diketahui secara online. Bagi pelaku yang berbuat kejahatan di depok, dirinya turut prihatin apalagi tinggal di Depok ditambah dia pelaku kejahatan sadis.

Siapa pun tidak bisa menduga sifat-sifat manusia, masyarakat yang menilai sendiri.

“Saya berharap Depok wilayahnya rukun, aman, tenteram dan selalu kondusif,” tutupnya.

Sebelumnya terdapat warga Depok yang menjadi otak pelaku perampokan sadis Pulomas, Jakarta Timur yakni Ramlan Butar-Butar. Ramlan tewas ketika hendak ditangkap aparat kepolisian. Ramlan kemudian dimakamkan di TPU Kalimulya, Cilodong beberapa waktu lalu.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here