Satu Lagi, Jenasah Kapal Zahro Dimakamkan

133

Beji | Jurnal Depok

Jenasah korban kecelakaan kapal Zahro Express yang terbakar pada Minggu (1/1)   di perairan Muara Angke Jakarta kembali ditemukan. Kali ini jenazah yang ditemukan adalah Nadya Syifa Musdalifa. Warga Beji Timur itu dimakamkan di TPU Bambon Beji disamping pusara ayahnya M Nurdin dan Najwa Sarla Faradilla yang juga menjadi korban terbakarnya kapal Zahro Express.

Jenasah tiba di TPU sekitar pukul 17.00 WIB.  Nadya merupakan siswa kelas dua SMA 6 Tangerang Selatan. Berdasarkan pantauan, puluhan teman-teman sekolah korban turut pula mengantarkan jenasah ke tempat peristirahatan terakhir.

Isak tangis mengiringi pemakaman. Keluarga dan teman sekolah tak kuasa membendung tangis ketika peti jenasah dimasukan ke liang lahat.

Kesedihan juga dirasakan kekasih korban. Siswa kelas 2 SMAN 6 Tangerang Selatan Ghiyats Assa (16) mengungkapkan jika sosok Nadya dikenal sebagai pribadi yang baik dan pengertian dengan teman-teman nya.

“Terakhir komunikasi yaitu di whats up jam 8 pagi. Dia bilang kalau sudah sampai Pulau Tidung mau kabari saya. Itu yang terakhir,” ujarnya.

Dia mengatakan jika Nadya ketika itu baru pertama kali naik kapal laut. “Iya baru pertama kali orangnya gampang pusing,” ucapnya.

Dirinya mengaku tidak memiliki firasat apa-apa jika Nadya akan berpulang. “Nggak ada firasat apa-apa. Saya kenal dia orangnya baik, kami kenal sejak pertama masuk sekolah. Saya sudah ikhlas dengan kepergiannya,” tutupnya.

Teman sekelas Nadya juga turut mengantarkan teman nya tersebut ke pemakaman. Nabilah salah satu teman Nadya tampak shock mengetahui temannya meninggal dunia dalam musibah tersebut.

“Tahu kabar Nadya meninggal kemarin siang sekitar jam 2. Saya kaget, nggak percaya Nadya meninggal,” ucapnya lirih.

Di mata Nabila, Nadya dikenal sebagai pribadi yang suka menolong temannya.

“Dia baik banget, selalu ada buat temen.

Nabila sudah seperti keluarga buat kami, Dia suka nolong temen nya. Nggak pernah terlihat sedih di depan temannya,” tuturnya.

Terakhir kali komunikasi sama Nadya, lanjutnya, dirinya mengetahui Nadya akan ke Pulau Tidung melalui akun Instagram Nadia. “Dia bilang pengen ke Pulau Tidung. Tapi ternyata dia jadi korban. Kami nggak lupa saat kumpul bareng, terakhir waktu mau jelang UAS. Kami belajar bersama, anaknya juga pintar,” tandasnya.

Sementara itu, kakak ipar almarhum Nurdin, Ishaq (60) berharap pihak kapal Zahro Express bertangggung jawab. “Setidaknya ada itikad baik tanggung jawab dari mereka, misalnya material. Sampai saat ini perawatan adik saya, istri nya Almarhum Nurdin di rumah sakit pakai BPJS,” katanya.

Dia mengungkapkan hingga kini adiknya masih dirawat intensif di Ruang ICU. “Masih di ICU, kami belum kasih tahu kalau suami dan dua anaknya sudah meninggal, karena lihat kondisinya sekarang yang masih shock,” tandasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here