Atasi Sampah, Pemkot Jajaki Kerjasama Dengan Bekasi

180

Cipayung | Jurnal Depok

Pemerintah Kota Depok terus berupaya menyelesaikan permasalahan sampah. Selain mulai digerakan pemilahan sampah, Pemkot juga berencana membangun kolam baru untuk penampungan sampah di TPA Cipayung.

Hal ini dikarenakan kolam yang ada tidak mampu menampung produksi sampah saat ini. Diketahui sampah yang ada dikolam tingginya mencapai 33 meter.

Kolam yang ada saat ini sebenarnya sudah lama tidak dapat menampung sampah. Namun karena tak ada pilihan lagi maka kolam pun terpaksa terus dioperasionalkan. Kolam yang semula dipakai adalah A dan B. Kedua kolam itu tadinya terpisah. Namun karena terus ditumpuk sampah maka jalan pemisah kedua kolam itu pun tertutup sehingga hanya terlihat satu kolam saja.

Pemkot memiliki dua alternatif dalam mengatasi sampah. Pertama bekerjasama dengan Kabupaten Bekasi untuk transfer teknologi soal geotermal yang memanfaatkan sampah menjadi listrik. Kedua dengan Kabupaten Bogor untuk menampung sampah Depok. Namun kerjasama dengan Kabupaten Bogor hingga kini belum terealisasi.

“Dengan Nambo kami sudah dorong untuk segera beroperasi. Kami juga jalin kerjasama dengan Bekasi di Bantar Gebang. Dilihat dulu mana kerjasama yang bisa dilaksanakan,” ujar Ety Suryahati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Kamis (5/1).

Ia menambahkan kerjasama dengan Bantar Gebang adalah transfer teknologi. Jadi bukan sampah Depok yang dibuang. Namun untuk kearah itu harus dipersiapkan infrstrukturnya terlebih dahulu.

“Kami aplikasi teknologi. Kalau bisa berhasil disana maka kami aplikasikan disini. Saat ini sedang dilakukan visibility study (VS),” tandasnya.

Menurutnya jika kedua alternatif itu belum bisa dilakukan maka pihaknya memiliki solusi membangun satu kolam lagi di TPA Cipayung. Kolam itu rencana dibangun diatas lahan seluas 5.000 meter milik pemerintah. Diprediksi kolam mampu menampung sampah Depok hingga enam bulan.

“Tentunya dengan sistem penekanan yang bagus bisa memungkinkan enam bulan,” jelasnya.

Berdasarkan catatan sampah yang ditampung di TPA Cipayung per hari sekitar 700-750 ton. Sedangkan produksi sampahnya mencapai 1.200 ton. Sampah yang dibuang ke TPA adalah sampah yang sudah tidak bisa dikelola. Etty mengimbau kepada masyarakat agar tidak meributkan pembangunan kolam baru karena itu dibangun diatas lahan pemerintah.

“Disini juga banyak masyarakat yang mencari nafkah. Ini kan kerjasama yang baik,” katanya.

Sementara itu anggota komisi V DPR RI, Mahfudz Abdurrahman mengatakan pihaknya akan mencarikan solusi terkait persoalan sampah di Depok. Pihaknya juga akan memberikan bantuan berupa infrastruktur yang diperlukan untuk menanggulangi persoalan sampah.

“Misalnya pemberian alat yang bisa memberikan daya dukung seperti eskavator,” katanya.

Terkait dengan kerjasama dengan Bekasi dan Bogor ia berjanji akan membantu mengkomunikasikan hal itu. “Kerjasama dengan Nambo ditunda karena dioperasikan tahun 2018. Rencananya kami akan kesana untuk ketemu dengan dinas terkait masalahnya apa kemudian dicarikan solusinya,” tutup Mahfudz.nNur Komalasari

sampah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here