KantongPlastikKini Gratis

153

Saatinimasyarakattidakakanpernahmendengarlagiucapankaryawan minimarket yang menawarkanpenggunaankantungplastikakandikenakanbiaya Rp200. Hal tersebutdikarenakanAsosiasiPengusahaRitel Indonesia (Aprindo) bersamaKementerianLingkunganHidup (KLH) secararesmitelahmemberhentikan program ujicobatersebut.

Berdasarkanpantauan, dua minimarket tersebut di kawasanCimanggissudahtidakadalagipapaninformasi yang biasanyamengingatkankonsumenuntukmengurangipemakaianplastiksertasetiapbelanja yang menggunakanplastikdikenaibiayatambahan Rp200.
Yanti (29) karyawanAlfamart di kawasan RTM KelapaDua, membenarkanhaltersebut.

“Iyasudahtidakberlakulagi (kebijakanplastikberbayar).Sudahdicabutmulaitanggal 1 Oktoberkemarin,” ujarnya.

Sementaraitu, salahseorangwargaSukmajaya, AyuPutri (28), mengakubelummengetahuijika program plastikberbayarsudahtidakdiberlakukanlagi.”Belumtahu.Ya, belanjasepertibiasasaja.Soalnyakalautidakpakaikantungplastikbawabelanjaannya repot. Bayar atautidakbayarsaya rasa gaterlaluterpengaruh,” tutupnya.

SementaraituWakilWalikotaDepok, PradiSupriatna, menilaibahwa program plastikberbayar yang diujicobaolehAsosiasiPengusahaRitel Indonesia (Aprindo) danKementerianLingkunganHidupkurangefektif.PradimengatakankonsumsiplastikwargaDepokmasihtinggi.

“Ya, plastikberbayarsudahtidakberlakulagi.Sudahdicabutolehpusat.Saya rasa kurangefektif,” kata Pradi.

Dirinyamengatakandicabutnya program plastikberbayarharuskembalidicarikan formula lain untukmenekankonsumsiplastik di masyarakat.Dalamsehari Kota Depokmemproduksi 1.200 ton sampah.Dari jumlahitutidaksedikitsampah yang merupakanplastik.

“Sebenarnyaniatdari program inisangatmuliayaitumembiasakanmasyarakatuntuktidaktergantungdenganplastiksaatberbelanja.Tapisayangnyawargabelumterbiasa.Harusada formula lain. Nanti di tingkatkotaakandirumuskandengandinasterkait,” ujarnya.

Meskikebijakantersebutsudahtidakberlaku, iamengimbaukepadawarganyauntuktetapmengurangikonsumsiplastik. “Kalauberbelanjabawatasbelanjadarirumah yang bisadipakaidalamwaktupanjang.Pokoknyasebisamungkindikurangi,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here