Pembunuh Di Limo Diringkus

170

foto-a-beritanya-yg-hl-terlihat-garis-polisi-melintang-di-depan-rumah-salah-seorang-pelaku-pembunuhan-di-kawasan-limo
Margonda | Jurnal Depok
Pihak kepolisian berhasil mengamankan dua pelaku pembunuhan terhadap  dua mayat di wilayah Limo, Sabtu lalu. Kedua pelaku yang berhasil dibekuk adalah A dan R. Bahkan salah satu pelaku yang berinisial A diduga menjadi pemimpin padepokan yang syarat dengan hal-hal berbau klenik atau mistis. Hal tersebut diperkuat dengan temuan benda-benda seperti keris, golok dan jimat.

“Hasil koordinasi kami dengan Polda Lampung, Polda Banten dan Polda Jawa Tengah berhas menangkap pelaku inisial A dan R. Peran keduanya kami masih kami dalami lebih lanjut,” ujar Kapolres Depok Kombes Pol Harry Kurniawan kepada wartawan, Senin (3/10).

Terkait motif pembunuhan dua korban, pihaknya juga masih melakukan pendalaman. “Kemarin pagi kami lakukan penggeledehan di rumah salah satu pelaku berinisial A di Sukmajaya. Hasilnya ditemukan barang-barang berbau klenik seperti keris, tulisan berbahasa arab, bahasa semat mesem dan lain-lain. Terkait penemuan emas batangan yang ditemukan apakah asli atau tidak, kami kirimkan ke pihak yang berkompeten,” paparnya.

Dirinya menjelaskan pelaku A diduga menjadi pemimpin di padepokan. Dalam menyebarkan ajarannya, A melakukannya di jejaring sosial Facebook. “Pengikutnya sampai ratusan, kami masih dalami apakah hubungan dua korban dengan padepokan tersebut. Demikian juga apakah pengikutnya itu menjadi korban penipuan, itu juga masih didalami,” jelas Harry.

Ia pun menambahkan pihaknya juga akan mendalami apakah A ada hubungannya dengan kasus penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Jawa Timur. “Masih ditelusuri apakah ini ada unsur aliran sesat juga masih kami dalami,” tambahnya.

Sementara itu paman pelaku berinisial A, Saryono mengaku kaget suami keponakannya terlibat dalam kasus pembunuhan. “Iya saya kaget saat polisi mengabarkan A pelaku pembunuhan. Setelah dengar info itu saya langsung kontak istrinya A,” katanya.

Dia mengaku sosok A dikenal pribadi yang tertutup. “Jadi sudah dua minggu dia tinggal ngontrak di rumah saya. Anaknya ada 3, sering bolak balik Lampung-Depok. Istrinya di Lampung, saya nggak tahu pekerjaan dia disini apa,” akunya.

Dirinya memaparkan pada saat penggeledahan, ia pergi ke toko material untuk membeli kusen. “Saya berangkat pagi sekitar jam setengah 8. Ketika pulang, ternyata barang-barang dikeluarin, polisi juga mengambil beberapa barang, tapi saya nggak tahu yang dibawa apa,” tuturnya.

Dia pun tidak mengetahui tentang kegiatan di rumah kontrakannya. “Saya nggak tahu, ia dukun atau apa. Saya juga jarang ngobrol sama dia. Yang saya kenal dia orangnya gak banyak tingkah, main HP terus,” ucap Saryono.

Ia mengatakan sempat beberapa kali A bertengkar dengan istrinya. “Dia nikah udah lama, pernah ribut di rumah kontrakannya yang lama. Tapi pas disini nggak ribut. Saya nggak pernah dengar dia punya masalah sama orang lain,” tandas warga Jalan M Yusuf 1 kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya itu.

Dia menambahkan istri A berencana akan ke Depok. “Iya, tapi saya nggak tahu pastinya kapan. Dia bilang mau lihat suaminya,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here