Ratusan Kicau Mania Bertarung

237

bhl3

Ratusan warga pecinta burung memadati area Pasar Segar, Sukmajaya, Sabtu (1/10). Mereka datang tidak dengan tangan kosong, melainkan membawa pula sangkar burungnya. Beragam jenis burung khas dengan suara kicaunya memenuhi setiap sudut di Pasar Segar.

Salah satu pecinta burung, Hendri mengaku sengaja datang untuk mengikutsertakan burung kesayangannya.

“Saya sejak 2007 sudah suka koleksi burung. Begitu pindah ke Depok, langsung berburu burung. Burung yang saya punya yaitu love bird dan kenari,” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung, warga Kukusan, Beji tersebut harus merogoh kocek dalam untuk mendapatkan burung yang diinginkan.

“Saya beli love bird sekitar Rp 3,5 juta per ekor. Kemudian burung kenari seharga Rp 3 juta. Awalnya buat hiburan aja, tapi ternyata setelah ikut kontes dan menang, hadiahnya lumayan juga,” ucapnya.

Dia pun mengaku sudah sering ikut perlombaan burung. “Pernah juara 1, juara 2. Alhamdulillah selain mendapat penghargaan jika menang, yang penting bertemu pecinta burung dari seluruh pelosok Indonesia, ” paparnya.

Lomba kicau burung yang berlangsung di Pasar Segar tersebut dihelat oleh Event Organizer Laskar Enterprise. “Tujuan diselenggarakan lomba kicau burung ini adalah untuk meningkatkan silaturahmi antar pecinta burung yang ada di Depok. Mengumpulkan seluruh kicau mania burung di Depok. Selain itu dengan ikut kegiatan seperti ini, dapat menjauhi kejahatan. Artinya orang akan menjauhi kriminalitas,” kata Haris Fadillah, penyelenggara kegiatan sekaligus perwakilan EO Laskar Enterprise kepada Jurnal Depok.

Dalam kompetisi tersebut terdapat 22 jenis burung yang dilombakan. “Tercatat ada sekitar 600-700 orang yang ikut lomba. Hadiah seperti doorprize kemudian piala tropi kami siapkan untuk pemenang,” tambahnya.

Menurutnya pecinta burung di Depok jumlahnya sangat banyak. “Banyak warga Depok yang hobi burung ini. Kami mencoba memberikan wadah bagi mereka ini, caranya dengan menyelenggarakan lomba. Selain itu setiap Rabu, mereka juga kumpul di Pasar Segar, ada semacam pelatihan disini. Kemudian, Sabtu nya ada lomba,” jelas Haris.

Untuk mendapatkan pemenang, terdapat 25 juri yang berkompeten yang akan memberikan penilaian secara jujur. “Peserta tak hanya datang dari Depok, melainkan adapula yang dari Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Hadiah tergantung kategori burungnya. Misalnya untuk kelas Laskar yang dilombakan burung muray batu, cucak hijau dan love bird, hadiah pertamanya Rp 1 juta bonus Rp 500 ribu,” ucapnya.

Dia mengungkapkan jika di luar negeri, suara burung dijadikan relaksasi dan terapi. “Saya juga berbincang-bincang dengan pecinta burung, selain hobi ada hiburan dan ketenangan yang mereka dapatkan. Menjauhkan stres juga dan menjadi terapi relaksasi,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut adalah kali pertama yang digelar pihaknya. “Ke depan kami akan terus gelar lomba seperti ini. Animo masyarakatnya juga tinggi, “

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here