Komplotan Perampok Nasabah Dibekuk

155

untitled-1

Margonda | Jurnal Depok
Komplotan pencuri kelas kakap diamankan Polresta Depok. Dalam menjalankan aksinya mereka mengincar nasabah bank yang memiliki uang ratusan juta. Ketika beraksi, komplotan tersebut terdiri dari tiga orang. Sebelumnya pelaku memantau korbannya terlebih dahulu. Sejak dalam bank, para korban sudah diintai.

Komplotan pelaku tersebut antara lain Hendri (40), Alex (27) dan Ari (27) yang berkomplot melakukan pencurian dengan modus membongkar mobil Rusdiyanto. Saat itu mobil korban diparkir di Cimanggis Square, Depok. Rusdiyanto baru saja mengambil uang di sebuah bank. Uang yang diambil berjumlah Rp 165juta.

“Uangnya disimpan di tas kemudian diletakkan di mobil. Korban sedang istrirahat di sebuah mall,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan, Kamis (29/9).

Ia menerangkan mereka berbagi peranan saat beraksi. Ari dan Hendrik bertugas sebagai eksekutor yang mengambil uang dari mobil korban. Sedangkan Alex bertugas memberi informasi dan memantau situasi.

“Ada yang bertugas mengintai korban dalam bank. Setelah ada korban yang potensial, pelaku menginformasikan pada temannya yang ada diluar,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan pelaku kemudian mengikuti korban memakai motor. Saat korban parkir dan meninggalkan mobil , pelaku membuka kunci mobil pakai kunci palsu. Dalam waktu singkat pelaku berhasil menggasak uang tunai dan dua buah ponsel dan buku tabungan. “Total kerugian mencapai Rp 171juta,” ucap Kapolres.

Pelaku bergegas melarikan diri setelah menggasak hasil curian. Kemudian mereka membagi-bagikan uang hasil curian. Ari dan Alex mendapat bagian masing-masing Rp 40 juta. Sedangkan Hendrik mendapat bagian Rp 85juta. “Uangnya sudah habis digunakan oleh pelaku,” tuturnya.

Para pelaku diamankan setelah polisi menerima laporan korban pada 26 Agustus lalu. Kemudian polisi mendalami kasus tersebut hingga akhirnya ketiga pelaku diamankan di kontrakan di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Polisi berhasil mengidentifikasi mereka setelah melihat rekaman CCTV di mall tersebut. Dikarenakan melakukan perlawanan, dua tersangka yaitu Hendrik dan Ari dilumpuhkan oleh petugas.

Para pelaku kini mendekam di sel. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencuriaan dengan pemberatan. Barang bukti berupa dua motor yang dipakai saat beraksi juga sudah diamankan. “Ancamannya tujuh tahun penjara,” ungkapnya.

Salah satu pelaku Ari mengaku memakai uang hasil curian untuk berobat karena sakit ginjal. “Uangnya untuk kontrol ke dokter karena saya saki ginjal sudah tiga tahun,” aku Ari yang mendapat bagian Rp 40juta.

Sedangkan Hendri mengaku menghabiskan uang untuk hura-hura. Uang itu dia gunakan untuk judi dan beli minuman. “Uangnya sudah habis buat mabok dan judi,” katanya.

Dia mengaku sudah lima kali beraksi bersama komplotannya. Mereka selalu mengintai korban yang membawa uang dalam jumlah besar. “Sudah lima kali tapi di Depok baru sekali kemarin di Cimanggis,” tutupnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here