Pemkot Genjot Tax Amnesty

277

zas

Balaikota | Jurnal Depok
Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengimbau kepada seluruh warga Depok agar mau ikut serta dalam pelaksanaan tax amnesty. Dengan adanya kebijakan pemerintah terkait tax amnesty tersebut, warga dimudahkan karena cukup membayar pajak 2 persen , yang sebelumnya membayar pajak sebesar 30 persen.

“Ini sebenarnya kesempatan dan peluang emas bagi masyarakat. Bayangkan, misal punya penghasilan Rp 100 juta kemudian bayar tax amnesty sebesar 2 persen jadi sekitar Rp 2 juta. Kesempatan ini hanya berlaku sampai 30 September 2016. Oktober hingga Desember 3 persen. Januari hingga Maret 2017 dikenakan tarif 5 persen,”ujar Pradi kepada wartawan, Rabu (28/9).

Menurutnya saat ini perekonomian Indonesia sudah semakin membaik. ”

 

Terbukti nilai tukar rupiah menguat. Dengan taat membayar pajak, berarti turut serta dalam hal pembangunan kota. Jadi jangan ada pemikiran, penghasilan dipotong pajak kemudian masuk ke kantor pajak,” tambahnya.

Dia mengatakan pihaknya terus melakukan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar  pajak.

 

“Ada langkah-langkah strategis yang kami lakukan. Misalnya sosialisasi tax amnesty ke kelurahan, dan kecamatan. Dari 477.361 wajib pajak yang baru melakukan tax amnesty 1.760 wajib pajak atau senilai Rp 128,3 miliar. Untuk menggenjot itu, kami terus lakukan sosialisasi,” terangnya.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Depok Sawangan, Tri Wibowo menambahkan angka pencapaian pajak diluar Tax Amnesty di KPP Pratama Depok Sawangan sudah mencapai Rp750,7 miliar di September 2016 ini dimana targetnya Rp1,275 triliun. Sedangkan di 2015 pencapaiannya di Desember Rp 903,4 miliar dengan target Rp1,224 triliun. Untuk dikantor yang baru beroperasional 5 Oktober 2015 mengalami kenaikan pencapaian sebanyak 73,76 persen.

Diluar Tax Amnesty, pencapaian pajak dari 2015 hingga 2016 mengalami kenaikan 62,51 persen dari dua kantor pajak yang ada di Depok yang melayani 11 kecamatan. “Kami baru berpisah dengan Depok Cimanggis setahun lalu, pencapaiannya cenderung meningkat,” ungkapnya.

Sementaa itu Kepala KPP Pratama Depok Cimanggis, Deni Hendana mengatakan, untuk di KPP Pratama Depok Cimanggis pencapaian pajak diluar Tax Amnesty mencapai Rp676 miliar dari lima kecamatan yaitu Cimanggis, Tapos, Cilodong, Sukmajaya dan Cipayung di 2016. Target yang diberikan untuk 2016 yaitu Rp1,320 triliun sedangkan di 2015 targetnya Rp993 miliar. Realisasi pajak di 2015 sendiri Rp615 miliar, dimana mengalami kenaikan 9,92 persen.

“Khusus Tax Amnesty pelayanannya dibedakan, waktu layanannya pun buka dari Senin hingga Minggu. Kalau Sabtu buka dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB dan Minggu tutup pukul 12.00 WIB,” tuturnya.

Dirinya mengatakan kesadaran masyarakat Depok untuk membayar pajak cukup tinggi.” Yang saya kaget seperti tukang cukur rambut, tukang loper koran, penjual warung. Mereka ini juga laksanakan tax amnesty. Artinya kesadaran untuk bayar pajak itu tinggi, dan mereka memahami tujuan bayar pajak ini,” papar Deni.

Dia menambahkan manfaat ikut tax amnesty adalah mendapat penghapusan pajak yang terutang
kurun waktu 2015 ke belakang. Iya memang, masih ada warga yang enggan bayar pajak. Kalau yang namanya bayar iuran itu sulit ya, karena mereka pikir uangnya akan lari ke kami (petugas pajak). Padahal dari pajak yang dibayar, akan kembali lagi manfaatnya ke mereka,” tutupnya.nNur Komalasari

BAGIKAN
Artikulli paraprakAswaja Bentengi NKRI
Artikulli tjetërBC Mukena Pink Hoax

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here