BC Mukena Pink Hoax

209

postcard-virus-hoax-2014-1

Margonda | Jurnal Depok
Meski kabar penculikan anak dengan modus mukena pink telah dinyatakan hoax alias tidak benar oleh pihak kepolisian, namun masih saja ada warga Depok yang percaya bahkan menjadi panik dan ikut menyebarkan Broadcast (BC) via BBM ataupun WhatsApp.

Kabar beredar saat ini tidak hanya di kawasan Cipayung dan Sawangan saja. Kini melebar hingga ke daerah Beji dan Limo.

“Saya dapat broadcast di BBM katanya ada anak ilang di daerah Curug (Beji-red) dan Rawakalong (Limo-red), korban penjualan ginjal,” tutur Dian warga Perumahan Depok Mulya Asri, Beji, Rabu (28/9).

Dian menambahkan kabar tersebut pun dilanjutkan dengan meneruskan ke teman-temannya. Bermaksud agar lebih berhati menjaga anak.

“Yah, namanya juga BC informasi ya harus di-share ke yang lain. Nggak ada maksud apa-apa, bikin panik atau apa tapi lebih ke hati-hati saja,” jelasnya.

Warga lain yakni Nina mengatakan pihak keluarga suaminya yang berlamat di Citayam juga mendapatkan BBM tentang modus penculikan anak menggunakan mukena pink.

“Iya keluarga suami dan tetangganya gempar dan takut, karena beberapa waktu lalu sempat ada memang yang melihat langsung ibu-ibu pake mukena pink itu. Jadi keluarga saya pernah liat ibu-ibu itu ngeliat gitu ke dalam rumah, kebetulang ada anak kecil. Terus langsung tirai gorden ditutup sama uwak saya. Dia pura-pua gila gitu,” paparnya.

Ia mengaku keluarga suaminya kini dan tetangga sekitar merasa ketakutan. “Iya takut, nggak ada anak-anak yang berani keluar,” tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho mengaku jika dirinya juga menerima broadcast serupa. Sudah diselidiki ke Polsek setempat, tidak kejadian tersebut.

“Beritanya hoax atau tidak benar itu. Biasa ada orang yang terkadang suka mengikuti jalan tidak benar, tidak suka perdamaian,” pungkas Teguh.

Terpisah, Sekdis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Adhy Prayudha menjelaskan, terkait  berita hoax dari sosmed yang banyak terjadi adalah bagian dari fenomena perkembangan teknologi informasi. Informasi tersebut berkembang dengan cepat, yang perlu dilakukan adalah edukasi kepada masyarakat bahwa setiap informasi perlu ditelaah keberadaanya sebelum diteruskan ke orang lain.

“Karena dengan meneruskan berita hoax maka kita turut membenarkan berita yang salah yang kemungkinan dapat membentuk opini yang salah di masyarakat. Dan atas fenomena tersebut,  dihimbau kepada masyarakat agar berhati-hati menyikapi setiap mendapatkan info yang belum jelas sumber informasinya,”tandasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here