Aswaja Bentengi NKRI

249

untitled-13

Beji | Jurnal Depok

Mantan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengungkapkan bahwa agama harus dilindungi oleh Negara.  Sehingga,  agama  menjadi potensi bagi  Negara bukan menjadi  masalah agama yang  menentukan masalah Negara.

Hanya saja, lanjutnya,  polanya yang harus ditata. Menurutnya, pola yang  memungkinkan adalah Islam yang berlandaskan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).  Pasalnya, Aswaja  tidak berinduk pada Negara asing manapun.

”Aswaja itu  ada sebelum Indoensia  merdeka.  Aswaja itu made in Indonesia, bahkan Muhamadiayah  dan NU itu sama gerakaanya, ”ujarnya dalam acara Halaqoh Nasional Ulama Pesantren Dan Cendekiawan Gerakan Dakwan Aswaja Bela Negara di Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Beji, Rabu (28/9).

Hasyim  yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam menegaskan,  pemahaman Islam melalui Aswaja merupakan Islam yang moderat. Dirinya menegaskan, cara penggunaan agama yang berpaham Aswaja dengan mengisi Negara bukan menghadapi Negara.

Meurutnya,  faktor tersebut menjadi potensi perekat Negara. Bahkan, lanjutnya, bukan menjadi Negara agama, tapi Negara damai yang dilindungi Negara.

”Deradikalisasi masuk sejak reformasi, ini harus diatasi oleh pemikiran Aswaja yang moderat polanya belum ada. Hanya dengan Aswaja An-Nahdhiyah (ala NU-red)  Negara terjamin.  Kalau bela Negara Indonesia  harus menggunakan embrio Aswaja pemikiran Islam moderat tadi,”paparnya.

Kepala Bidang Pendidikan Kementerian Pertahanan RI Mayjend Wartino mengungkapkan bahwa saat ini merupakan era digital. Menurutnya, pengaruh teknologi dan informasi secara cepat juga mempengaruhi ketahanan  maupun ideology.

Bahkan, lanjutnya, brain washing atau cuci otak merupakan cara termurah untuk menyerang dan melawan kekuatan lain.  Dia menambahkan, aksi terror di dunia juga memanfaatkan teknologi dalam menjalankan aksinya.

”Saat ini, pertahanan Negara yang efektif adalah melalui bela Negara. Untuk itu, terdapat aturan system pertahanan dan revitalisasi kesadaran warga. Di saat semua Negara mengalami degradasi Nasionalisme, Patriotisme, kita memiliki Ideologi Pancasila, Islam dan kekuatan Indonesia ada di bela Negara. Kalau di Negara lain, saat Negaranya di serang masyarakatnya mengungsi. Tapi,kalau kita diserang rakyat ikut melawan bersama TNI,”tandasnya.

Acara yang digelar selama dua hari tersebut diikuti para ulama dan kiai dari seluruh Indonesia. Rencananya, sejumlah tokoh seperti Kepala BNPT, Kapolri, Ketua FPI dan lainnya  akan mengisi materi dalam acara tersebut. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here