Mengintip Seorang Warga Yang Beli Motor Gunakan Uang Koin Dihitung 5 Pegawai

132

kaki

Sejak Senin pagi setidaknya enam pegawai menghitung satu per satu koin yang dibawa dalam ember dan dus oleh Setiadi. Awalnya, Yulia tak mengira kalau akan selelah ini menghitung.

 

“Ya saya pikir mah nggak gimana-gimana. Ternyata capek juga,” katanya sambil tertawa kecil.

Walaupun merasa lelah namun dengan teliti dan perlahan dia dibantu lima pegawai lainnya menghitung sejak kemarin pagi. Dihari pertama, dia hanya berhasil menghitung hingga nominal Rp 14 juta.

 

“Itu juga dari jam 09.00-15.00 WIB baru dapat Rp 14 juta,” katanya.

Dihari kedua, penghitungan pun dilanjutkan. Namun untuk kali ini Yulia tidak ikut terlibat. Dirinya hanya memantau dari rumah. “Saya hari ini sedang libur. Kemarin memang ikut hitung,” akunya.

Untuk mempermudah penghitungan, dia hanya menghitung koin pecahan Rp 1000 saja. Sedangkan pecahan diluar itu dipisahkan. “Jadi dibuat per Rp 100ribu dari pecahan itu. Biar lebih mudah menghitungnya,” paparnya.

Dirinya tidak menyangka kalau koin yang dibawa Setiadi amatlah banyak. Saat itu dirinya memperbolehkan setelah meminta persetujuan dari atasannya. “Katanya ini bagian dari pelayanan jadi diterima,” ungkapnya.

Setiadi sendiri sudah melakukan survey di sejumlah dealer. Dari beberapa dealer yang dia hubungi menolak pembayaran dengan uang koin. “Mungkin dia sudah tanya-tanya juga di tempat lain,” katanya.

Sampai saat ini total uang yang sudah terhitung adalah Rp 32 juta. Jika ada kekurangan, pihaknya akan memberitahu pada Setiadi. Harga motor yang ingin dibeli Setiadi berkisar Rp 33juta. “Kekurangannya nanti akan diinfokan pada bapaknya. Kalau sudah selesai administrasi baru motor diserahkan,” pungkasnya.

Sebelumnya seorang warga Depok membeli motor dengan menggunakan uang koin. Tak tanggung-tanggung, Setiadi membeli motor Honda CBR seharga Rp 33juta. Hal itu membuat sales sebuah showroom di Jalan Raya Sawangan harus mengitung koin demi koin.

Dengan semangat Setiadi membawa ember dan dus berisi uang koin pecahan seratus dan seribu rupiah. Uang itu dia kumpulkan selama lima tahun.

“Katanya dia sudah lima tahun nabung di ember ini. Dia sengaja ngumpulin katanya buat beli motor CBR,” kata sales marketing Honda Motor Care, Depok, Yulia Anggraini.

Ini konsumen pertama yang membeli dengan uang koin. Dia juga sempat bingung saat melihat Setiadi datang. “Saya sempat koordinasi ke pimpinan, terus kata pimpinan terima aja,” ungkapnya.

Dirinya pun dibantu sejumlah pegawai di show room saat penghitungan. Motor yang dibeli seharga Rp 33.425.000.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here