JPO Terminal Berusia Tua

169

Sukmajaya | Jurnal Depok
Pemerintah Kota Depok akan segera melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Hal ini guna meminimalisir musibah ambrolnya JPO Pasar Minggu pada Sabtu lalu.

“Ada satu JPO yakni yang berada di antara Plaza Depok dengan Terminal. Itu usianya sudah lama, dan ketika itu dibangun oleh pihak plaza. Meski demikian kami tetap berkoordinasi dengan pihak mall agar segera diperbaiki,” ujar Walikota Depok Mohammad Idris usia mengunjungi keluarga korban JPO Pasar Minggu di Jalan Sonokeling, Sukmajaya kemarin.

Menurutnya dalam menghadapi peristiwa tersebut jangan saling menyalahkan antar satu sama lain. Ia mengatakan musibah ini harus disikapi secara arif dan proporsional.

“Kejadian ini merupakan bencana dan menjadi bahan evaluasi kami. Introspeksi kita untuk semua, termasuk halnya bagi provinsi DKI, dengan adanya kejadian ini menjadi peluang untuk mengaudit, memperbaiki, fasilitas publik yang ada. Kami pun demikian. Apalagi sekarang angin sedang kencang. Saya sudah instruksikan kepada dinas terkait, bencana ini jadi pembelajaran untuk kita semua,” paparnya.

Dirinya pun menanggapi banyaknya meme yang menjadi viral di media sosial terkait dirinya dengan Gubernur Jakarta, Ahok dan juga Walikota sebelumnya.

“Oh saya belum lihat itu,dan saya belum buat pernyataan apapun. Yang jelas ketika kejadian, saya sedang di Bandung dengan Gubernur Jawa Barat, karena ada masalah yang serius, saya tidak bisa kembali ke Depok dan menginstruksikan Asisten Ekonomi, camat dan lurah untuk segera mengunjungi keluarga korban. Jadi menurut saya jangan saling menyalahkan dalam peristiwa ini dan anggap sebagai peristiwa ini rahasia Ilahi,” jelas Idris.

Menurutnya yang namanya bencana, lanjut Idris, tidak selalu disalahkan ke pemerintah, kecuali pemerintahnya itu sendiri sudah tahu bahwa kondisi JPO atau media (papan reklame -red) itu sudah rusak.

“Nanti kan ini bisa diaudit. Termasuk evaluasi jembatan dari kelayakan dan usia jembatan. Itu kan bisa diukur jadi tidak serta merta menyalahkan pemerintah. Tidak boleh menyudutkan siapa yang salah. Empati dan perhatian kepada siapapun yang terkena musibah itu perlu dilakukan,” katanya.

Ia pun mengatakan terkait pendidikan anak-anak korban yakni Lilis Lestari Pancawati, Pemkot Depok akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok. “Anak almarhumah ada tiga, masih kecil-kecil. Apalagi mereka sudah tidak memiliki ayah dan ibu. Kami akan carikan kursi untuk anak-anak ini dan saya akan koordinasi dengan dinas terkait,” tandasnya.

Sementara itu kakak korban Lilis yakni Endang Tirtawati tidak mempunyai firasat sang adik akan meninggal dunia. “Cuma saya perhatikan beberapa waktu sebelumnya sering ganti DP BBM, dia disitu cantik banget. Dia ingin meninggalkan kesan yang baik kepada kami semua,” tuturnya.

Ketika kejadian, lanjut Endang dirinya mendapat telepon bahwa Lilis menjadi korban kecelakaan JPO. “Waktu itu Lilis pulang kerja dari arah Kuningan menuju Depok naik motor. Sebelum ambruk, memang ada yang kasih tau dia, tapi dia nggak ngeh. Kemudian ambruk dan langsung meninggal di tempat,” ceritanya.

Dirinya mengatakan belum ada keinginan dari pihak keluarganya untuk menuntut Ahok. “Belum ada omongan lagi dan perlu dirembukan kembali. Saat ini kami masih suasana berduka. Sekarang anak-anak almarhumah dirawat neneknya, ayah dan ibunya sudah meninggal. Kami sekarang lebih memikirkan biaya pendidikan mereka. Saya meminta doa kepada semua dan memaafkan kesalahan yang diperbuat almarhumah semasa hidupnya,” pungkasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here