Warga Depok jadi Korban

244

foto-a-beritanya-yg-hlbhlbhl1-istimewa

Pancoran Mas | Jurnal Depok
Suasana duka terlihat di rumah Sri Hartati, 52 di Gang Nyamuk Cagar Alam, RT 005/RW 006, Pancoran Mas, Depok. Sri Hartati adalah salah satu korban robohnya jembatan penyebrangan orang (JPO) Pasar Minggu pada Sabtu (24/9) sore. Sri dan cucunya Aisyah Zahra Ramadhani (8) menjadi korban dari empat orang yang dikabarkan meninggal dunia.

Keluarga terlihat shock atas musibah ini. Di rumah duka didatangi banyak orang. Keluarga mengaku pasrah atas musibah tersebut.

 

“Kami ikhlas dan pasrah,” kata Darso, suami Sri, Minggu (25/9).

Kemarin kedua korban sedang dalam proses pemandian dan akan dimakamkan. Keluarga dan tetangga berdatangan untuk bertakziah. Terlihat juga perwakilan dari Pemerintah Kota Depok mengunjungi keluarga korban.

Dirinya menuturkan, saat kejadian dia dan istrinya hendak pulang dari Pasar Minggu menuju rumahnya. Namun naas saat perjalanan pulang, istri dan cucunya menjadi korban ambruknya JPO Pasar Minggu.

“Kami baru pulang dari asrama anak saya di Pasar Minggu. Kejadiannya pas sudah mau pulang,” katanya.

Dirinya menceritakan bahwa saat cucunya baru saja berulang tahun pada Jumat (23/9). Kemudian ibunya Aisyah yaitu Oktavia Hariani (29) meminta untuk dikunjungi dalam rangka merayakan ulang tahun Aisyah. Selain itu Oktavia juga akan berangkat ke Taiwan sehingga dia meminta untuk bertemu sebelum berangkat.

Pada Sabtu (24/9) Darso dan keluarga berangkat ke asrama TKI Oktavia di Pasar Minggu. Mereka berangkat naik kereta dari Stasiun Depok dan turun di Pasar Minggu. Karena sudah sore, mereka pun pulang ke Depok. Dari asrama TKI, Sri dan Aisyah diantar pakai motor ke stasiun oleh anak laki-laki Darso.

Namun karena hujan, keduanya berteduh dibawah JPO. Kemudian anak laki-laki Darso kembali ke asrama untuk menjemput Darso. “Saya dan anak saya mau pulang pakai motor. Tapi karena jas hujan cuma satu jadi nunggu reda,” paparnya.

Setelah reda, Darso dan anaknya pun pulang naik motor. Namun ketika sampai di dekat underpass terjadi kemacetan parah. “Pas saya lihat tahunya ada jembatan ambruk,” tuturnya.

Awalnya dia tidak tahu kalau istri dan cucunya menjadi korban. Ia kemudian mencari ke stasiun tetapi tidak ketemu. Dia berkali-kali menghubungi ponsel istrinya namun tidak dijawab. “Setelah lama baru telponnya diangkat sama orang dan sudah meninggal di rumah sakit,” katanya.

Dia kemufian menuju RSUD Pasar Minggu unuk melihat istrinya. Sedangkan Aisyah dibawa ke RS Siaga. Jasad keduanya sampai di rumah duka di Depok pada Sabtu malam. Kedua korban ini akan dimakamkan di TPU Srengseng Sawah Jakarta Selatan.

“Seluruh biaya pemakaman ditanggung DKI Jakarta,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here