Pedomani 7 Indikator

173

 

Peran PKK dalam membangun dan membina masyarakat kini mulai dirasakan. Setidaknya, PKK berperan penting dalam melakukan pembinaan ketahanan keluarga agar tetap rukun dan harmonis. 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok, Elly Farida hadir sebagai salah satu pemateri dalam sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) Dalam Pembangunan Melalui Penurunan AKI, yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, di Aula lantai 10 Gedung Dibaleka 2.

Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa ada tujuh indikator yang bisa dijadikan pedoman dalam mengukur kebahagiaan di keluarga di antaranya yaitu, pertama hati yang selalu bersyukur.

Menurutnya, memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya, sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Kedua, pasangan hidup yang sholeh, ketiga adalah anak yang soleh, dan keempat lingkungan yang kondusif.

“Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita,” ujar Elly seperti dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, kemarin.

Untuk yang kelima, lanjut Elly, harus diupayakan agar mendapatkan harta yang halal, keenam semangat untuk memahami agama, serta yang ketujuh yaitu umur yang barokah.

“Umur yang barokah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, sehingga cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome),” jelasnya.

Sosialisasi ini menghadirkan peserta yang terdiri dari perwakilan kader kelompok kerja (Pokja) 4 PKK dari 11 kecamatan dan 63 Kelurahan.

Sementara itu, pembicara lainnya dalam sosialisasi, Kepala Bidang Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan Keluarga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Lieska Prasetya, mengatakan setidaknya ada lima dalam aspek yang mendukung ketahanan keluarga yang berakibat pada turunnya AKI.

Kelima aspek itu yaitu, aspek legalitas seperti akte kelahiran dan akte nikah, aspek kedua yaitu sosial budaya, aspek ketiga psikologi, aspek keempat ekonomi dan yang terakhir aspek kesehatan.

Lieska menambahkan, bahwa faktor keluarga juga harus diperhatikan untuk menekan AKI seperti memperhatikan gizi, pola makan, dan pekerjaan.

“Pengetahuan mengenai kesetaraan gender juga harus ditambah mulai dari sebuah keluarga seperti antara suami dan istri,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here