Ribuan Pencaker Serbu Job Fair

137

untitled-2

Margonda | Jurnal Depok
Ribuan para pencari kerja (pencaker) berdesak-desakan memadati salah satu aula D’Mall, Selasa (20/9). Kedatangan mereka dikarenakan adanya job fair yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok. Berdasarkan pantauan, antrean panjang pencari lowongan kerja tersebut pun sempat mengular.

Salah satu pencari kerja, Vika (18) mengatakan dirinya baru pertama kali melamar di job fair. “Saya baru lulus SMK farmasi. Dapat info bursa kerja ini dari broadcast temen. Ya mudah-mudahan dapat kerjaan,” tuturnya kepada Jurnal Depok.

Dirinya mengatakan jika ingin kerja di perusahaan farmasi. “Nggak ada perusahaan farmasi, jadinya saya lamar ke yang lain ya seperti minimarket karena kan ijasahnya saja belum keluar. Apalagi pesaingnya banyak yang S1,” katanya.

Senada dengan Vika, Mateos (18) juga berharap bisa menjadi asisten apoteker sejalan dengan lulusannya. “Pengennya jadi itu. Tapi ya mau gimana. Saya bawa tiga CV aja, ya mudah-mudahan ada yang diterima,” tuturnya.

Sementara itu Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan job fair yang dihelat Disnakersos merupakan salah satu cara untuk mengurangi angka kemakmuran di Depok.

“Job fair ini kan sebagai fasilitasi bagi warga yang ingin mendapat pekerjaan. Untuk di Depok sendiri angka penganggurannya meningkat sekitar 2 ribu itu usia kerja ya. Diharapkan dengan adanya bursa kerja ini, pengangguran dapat berkurang. Selain itu Disnakersos juga memberikan fasilitas berupa layanan pembuatan kartu kuning atau kartu pencari kerja secara gratis,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

Ia meminta kepada perusahaan agar memprioritaskan pencari kerja yang telah memiliki kartu pencari kerja tersebut. “Nantinya kan akan disaring oleh perusahaan yang bersangkutan, kalau kami hanya memfasilitasi pencari kerja,” tambahnya.

Idris mengungkapkan jumlah pengangguran saat ini umumnya lulusan SLTA. “Sebanyak 60 persen lulusan SLTA. Mudah-mudahan dari info bursa kerja ini sebanyak 50 persen warga Depok yang lamar bisa mendapat pekerjaan. Untuk kesejahteraan, warga Depok yang kami prioritaskan karena penyelenggaraan untuk tahun ini menggunakan APBD, ” papar Idris.

Dirinya menjelaskan penyerapan tenaga kerja warga Depok selain melalui job fair juga dilakukan cara lain. “Kami menerima berkas pelamar dan dimasukan ke database Disnakersos, nantinya jika perusahaan butuh tenaga kerja, data pencari kerja sudah ada,” jelas Walikota.

Dia menuturkan terkait banyaknya perusahaan baru yang hadir di Depok, ke depan pihaknya akan mengikat perusahaan secara regulasi bagi pencari kerja, agar warga Depok bisa mendapatkan pekerjaan. “Nantinya kami akan hearing dengan para pengusaha, bisa gak kalau misalnya 80 persen warga Depok menjadi tenaga teknis, nanti akan dibuat regulasinya,” tutupnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok Diah Sadiah mengatakan sebanyak 50 perusahaan ikut serta dalam job fair tahun ini. “Tersedia
lowongan kerja bagi 6955 orang. Dengan komposisi lulusan SLTP sebanyak 240 orang, SLTA 4069 orang, D3 1633 orang dan S1 sebanyak 1013 orang,” katanya.

Berdasarkan data tahun ini angkatan kerja Kota Depok mencapai 958.587 jiwa. “Yang kerja 877.684 jiwa dan yang menganggur sebanyak 80.903 jiwa. Dengan adanya job fair ini para pencari kerja langsung bertemu dengan HRD, jadi lamaran tidak dititipkan ke satpam, sehingga peluang mendapatkan pekerjaan tinggi. Kami harap, para lulusan sekolah yang baru tidak memilih-milih pekerjaan, nantinya kan ada jenjang karier saat bekerja,” pungkasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here