Ribuan Pencaker Serbu Job Fair

229

foto-a-beritanya-yg-bhl-petugas-bnn-kota-depok-menemukan-beberapa-obat-dan-jarum-suntik-yang-diduga-digunakan-oleh-para-pengguna-narkoba-di-rumah-petakfoto-a-beritanya-yg-bhl-petugas-bnn-kota-depok-menemukan-beberapa-obat-dan-jarum-suntik-yang-diduga-digunakan-oleh-para-pengguna-narkoba-di-rumah-petak

Pancoran Mas | Jurnal Depok

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok mendatangi Kampung Pitara RT 002/016 Kelurahan Pancoranmas, pasca penggerebekan yang dilakukan oleh Tim Jaguar Polresta Depok. Kampung tersebut dicurigai menjadi sarang narkoba yang berkedok lokasi rehabilitasi narkoba.

“Syarat pendirian rehabilitasi tentu harus tempat khusus. Izinnya berbadan hukum. Harus lengkap persyaratannya panjang, tidak bisa di tengah pemukiman seperti ini apalagi harus dikelola oleh pihak yang ahli di bidang medis. Bukan perorangan,” ujar M Syaefudin Zuhri,  Kepala BNN Kota Depok, Selasa (20/9).

Saat menyambangi lokasi, Zuhri menemui pengurus  RT RW setempat. Zuhri menanyakan kepedulian warga terkait adanya rehabilitasi ilegal tersebut. Menurutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan kepolisian.

“Hal itu terkait dengan perolehan pengadaan jarum suntik yang dimiliki di lingkungan tersebut. Selain itu adanya obat-obatan yang dikonsumsi. Kami akan berkoordinasi,” tegasnya.

Zuhri menyesalkan sikap warga yang tidak segera melapor terkait adanya lokasi tersebut yang diduga sudah berlangsung selama satu tahun. Ia berharap warga lebih peka dengan yang terjadi di lingkungan mereka.

“Mengapa kok ada jarum suntik, apalagi berpotensi penularan HIV AIDS kok enggak segera melapor kepada kami. Sampai harus digerebek dulu oleh polisi. Ini yang kami sesalkan. Apalagi ada keresahan warga,” jelasnya.

Syarat penanganan rehabilitasi salah satunya harus didampingi oleh dokter ataupun psikater bukan perorangan. BNN berencana akan mengadakan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang syarat rehabilitasi serta akan melakukan tes urine kepada 40 warga disana.

Sementara itu, warga Kampung Pitara RT 002/016 Pancoranmas resah dengan keberadaan dan aktivitas warga di dua rumah petak kontrakan. Keresahan tersebut berakhir sebagai puncaknya saat lokasi tersebut digerebek Tim Jaguar Polresta Depok lantaran diduga sebagai lokasi rehabilitasi narkoba ilegal.

Lokasi tersebut berada di tengah pemukiman padat dan tidak mengantongi izin sebagai lokasi rehabilitasi. Selain itu lokasi tersebut diasuh oleh perorangan yakni dua kepala keluarga yang mempunyai anak dan istri.

Satu rumah ditempati oleh sepasang suami istri. Suami berinisial N, dan istrinya tengah mengandung sembilan bulan. Satu rumah lainnya ditempati oleh ibu rumah tangga berinisial R.

“Warga merasa resah dengan keberadaan anak muda yang terus datang silih berganti. Belum lagi adanya jarum suntik dan dikhawatirkan HIV AIDS serta narkoba,” ungkap M Khusni, Ketua RW setempat.

Alhasil, pihak pengurus rehabilitasi ilegal diminta membuat surat pernyataan segera pindah dari lokasi. Paling lambat tanggal 24 September 2016 mereka harus pindah.

“Sudah ada surat pernyataan dan disepakati oleh mereka agar pindah. Kami sudah lama melaporkan hal ini kepada lurah,” jelasnya.

Tak hanya itu, warga juga resah dengan banyaknya peristiwa kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor dan telepon genggam di lingkungan tersebut.

“Izin awalnya hanya mengontrak biasa. Tetapi ternyata banyak yang datang bisa 20 sampai 40 orang yang bukan warga sini,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here