Pemkot Minta Bantuan ke Pusat

170

untitled-1

Margonda | Jurnal Depok

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat untuk perluasan Jalan Raya Sawangan. Hal itu terpaksa dilakukan mengingat biaya pembebasan lahan di wilayah tersebut terbilang besar.

 

“Kami sudah dorong, karena hal itu telah menjadi tanggungjawab pemerintah pusat untuk pendanaannya, karena kami tak mampu, angkanya di atas Rp 1,8 triliun. Sementara APBD Depok enggak lebih dari Rp 3 triliun, ini kan enggak mungkin,” ujar Pradi kepada Jurnal Depok, kemarin.

 

Ia menambahkan, bahwa permohonan bantuan tersebut telah diajukan, tinggal bagaimana pemerintah kota proaktif ke pemerintah pusat melalui Dinas PU karena Depok yang membutuhkan.

 

“Tak hanya ke pusat, kami juga telah mengusulkan anggaran tersebut ke pemerintah provinsi. Nantinya Jalan Raya Sawangan domainnya provinsi dan pusat termasuk Jalan Dewi Sartika yang menjadi titik kemacetan, rencananya kami akan bangun under pass atau mungkin Markaswangi, tinggal dihitung mana yang lebih efisien,” paparnya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pelebaran Jalan Raya Sawangan nantinya menjadi 24 meter dari yang ada saat ini kurang lebih 12 meter. Namun begitu, Pradi enggan menyebutkan berapa besar anggaran yang diajukan ke pemerintah pusat untuk pembebasan lahan Jalan Raya Sawangan.

 

“Memang tidak hanya Jalan Raya Sawangan saja, namun kami juga mengusulkan untuk pembangunan lanjutan Jalan Juanda-Cinere, cukup besar lah pokoknya. Yang jelas di atas Rp 5 triliun,” terangnya.

 

Berdasarkan analisa dan kajian terhadap titik kemacetan, Pradi mengatakan bahwa dibutuhkan perbaikan infrastruktur tidak hanya Utara-Selatan akan tetapi Barat-Timur. Dirinya mengatakan, saat ini Depok sudah sedikit tertolong dengan dibangunnya Tol Cinere Jagorawi dan rencana Antasari ke Bojonggede.

 

“Utamanya Barat ke Timur, rencana terusan Juanda pun sudah masuk dalam perencanaan meskipun nanti biayanya tetap dari pusat. Di satu sisi kami bersyukur Depok menjadi daerah tujuan, kota inspirasi dan kota harapan. Di sisi lain, dengan volume kendaraan yang luar biasa dan sarana yang masih terbatas ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” jelasnya.

 

Dikatakannya, bahwa pemerintah kota sangat concern terhadap penanganan kemacetan di wilayah Depok. Berbagai upaya telah dilakukan dari mulai pengaturan lalu lintas hingga rencana pembuatan jalan baru dan pelebaran jalan di beberapa titik kemacetan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here