Pemborong SDN Pitara 2 Buron

180

Pancoran Mas | Jurnal Depok
Bangunan SDN Pitara 2 mangkrak. Hal ini dikarenakan sejak Desember tahun lalu pengerjaan tiga ruang kelas di sekolah tersebut. Sebelumnya sudah sembilan bulan ruang kelas dirobohkan dan hanya tersisa tiang pondasi. Akibatnya siswa di sekolah itu terlantar. Mereka hanya bergiliran belajar di empat ruang kelas yang tersisa.

“Tadinya  tiga kelas, sekarang empat kelas karena ruang komputer dipakai untuk lokal,” kata Kepala SDN Pitara 2, Umardani, Selasa (20/9).

Dia mengaku tidak pernah bertemu sekalipun dengan pengembang. Bahkan dirinya sempat meminta papan pengumuman proyek untuk dipasang di depan sekolah pun tak digubris.

“Sampai sekarang saya tidak pernah bertemu dengan pemborongnya,” katanya.

Sejak ruang kelas dibongkar, pihaknya terpaksa memutar otak. Caranya adalah ruang kelas sengaja digunakan bergantian. Satu ruang kelas bisa dipakai sampai tiga rombongan belajar. “Misalnya kelas satu pagi, kemudian kelas siang, nanti sorenya kelas tiga,” paparnya.

Dia mengaku kasihan melihat anak-anak yang tidak bisa belajar maksimal dan tidak bisa beraktifitas di lapangan akibat mangkraknya pembangunan. Jam belajar siswa pun terpaksa dikurangi agar bisa menampung siswa kelas lainnya.

“Jam belajar jadi dipercepat. Awalnya pulang jam 11.45 WIB kini jadi jam 11.00 WIB karena harus bergantian dengan kelas lain,” jelasnya.

Dia berharap agar dinas terkait segera memberikan solusi sehingga muridnya bisa kembali belajar. “Kalau seperti ini kasihan anak-anak,” katanya.

Saat ini di lokasi terlihat tiang-tiang pondasi berdiri. Bahkan tiang itu belum sempat dicor. “Itu cuma bawahnya saja yang dipondasi, tiangnya mah belum,” kata Candra Wasita, salah satu guru.

Total siswa di sekolah itu sebanyak 576 orang dengan 14 rombongan belajar. Kelas I dua rombel, kelas II dan III tiga rombel, kelas IV, V dan VI dua rombel.

“Tahun ini ada penurunn satu rombel. Tadinya kelas I ada tiga rombel tapi turun jadi dua saja,” ucapnya.

Ia menambahkan jika walimurid sudah banyak yang bertanya soal kelanjutan pembangunan ruang kelas. “Iya sudah banyak yang nanya kapan sekolah ini dibangun. Mereka berharap anak-anak bisa kembali belajar seperti sedia kala dengan bangunan yang layak,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here