6 Pemuda Dicokok Polisi

173

Sukmajaya | Jurnal Depok
Enam pemuda yang melakukan pengeroyokan diamankan petugas Polsek Sukmajaya. Mereka diduga melakukan pengeroyokan terhadap sekelompok pemuda di Jalan Merdeka Raya, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, Senin (19/9) malam.

Keenam pemuda itu antara lain AA,24, MT,20, WH,20, AS,22, DC,22, dan JR,25. Mereka diamankan dari rumahnya setelah melakukan pengeroyokan.

Kami mendapat laporan kemudian mengamankan keenam pelaku,” kata Kapolsek Sukmajaya Kompol Supriyadi kemarin.

Kejadian bermula ketika MT bersama gerombolan temannya sedang nongkrong di Jalan Merdeka. Kemudian MT diserang sekelompok pemuda yang langsung melarikan diri. Tak terima dikeroyok, MT pun mengadu pada gengnya.

“Mereka kemudian berputar ke sekitar jalan tersebut untuk mencari orang yang memukulinya,” katanya.

Saat itu di jalan tersebut ada dua pemuda yaitu Riky Nurbani, 26 dan Fendi, 24. Keduanya sedang duduk di lokasi. MT dan gerombolannya langsung menghampiri keduanya.

“Mereka pakai enam motor. Mereka langsung berhenti lalu langsung mengeroyok kedua korban tersebut hingga babak belur,” jelasnya.

Keduanya kaget saat dikeroyok tanpa tahu permasalahannya. Riky dan Fendi pun kalang kabut ketika lawannya lebih banyak. Keduanya mengalami luka memar. “Dipukuli pakai besi kunci letter T,” ungkapnya.

Beruntung masyarakat melerai perkelahian tersebut. Kemudian polisi dibantu masyarakat mengamankan MT di lokasi. “Pelaku lainnya diamankan di rumahnya,” tambahnya.

Pada petugas korban mengaku tidak kenal dengan pelaku. Diduga Riky dan Fendi adalah korban salah sasaran. “Karena sudah gelap mata dan dendam pelaku menyerang ke salah sasaran, korban tidak mengenal pelaku dan pada saat kejadian kebetulan sedang berada tidak jauh dari lokasi kejadian,” katanya.

Saat ini para pelaku diamankan di polsek. Mereka dijerat pasal 351 yo 170 KUHP tentang penganiayaan. Ancamannya diatas lima tahun.

“Kami juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan pelaku yaitu sebuah unit motor matik B 3183 EDL, balok kayu serta kunci letter t yang digunakan untuk menghajar korbannya,” tuturnya.

Ia berpesan kepada orang tua untuk selalu mengawasi pergaulan dari anak. Jam malam pun patut diawasi oleh orang tua. Pasalnya, pergaulan anak-anak diluar terutama pada malam hari kerap tak terkontrol. “Tidak terkontrolnya anak berasal dari pergaulan lingkungan sehingga akan nekad berbuat apa saja termasuk melakukan kejahatan. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan tidak hanya dari dalam sekolah namun faktor utama dari orang tua,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here