Sarang Narkoba Digerebek Polisi

248

sarang-narkoba-berkedok-tempat-rehabilitasi-digerebek-polisi-k27chcwino

Pancoran Mas | Jurnal Depok

Sebuah rumah kontrak petak di Kampung Pitara RT 002/016 Pancoranmas Depok digerebek Tim Jaguar Polresta Depok. Rumah petak tersebut diduga menjadi sarang narkoba namun berkedok sebagai tempat rehabilitasi narkoba.
Warga resah dengan keberadaan rumah petak tersebut, dimana tamu setiap hari silih berganti. Tak jarang warga menemukan suntikan narkoba bekas pakai.
“Kami tak harus pasang police line. Kami hanya datangi berdasarkan laporan masyarakat RT RW langsung,” kata Katim Jaguar Polresta Depok Ipda Winam Agus, Senin (19/9).
Winam menjelaskan rumah petak tersebut diduga sudah 1-2 tahun menjadi sarang narkoba. Namun lokasi tersebut tidak mengantongi izin.
“Itu rumah kontrakan sudah 1- 2 tahun. Dalihnya fungsinya untuk rehabilitasi narkoba, namun mereka mengaku dapat izin dari LSM,” jelasnya.
Winam menjelaskan, rehabilitasi tersebut ilegal. Apalagi, kata dia, lokasinya berada di tengah pemukiman.
“Harusnya kalau mau rehabilitasi ke tempat yang resmi dong. Seperti RSKO atau ditempat yang ditunjuk. Maka disaat pulang sudah normal. Tetapi ini justru suntik disitu di tengah pemukiman,” tukasnya.

Dari hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan enam orang dari sebuah rumah petak. Pengurusnya terdiri dari dua kepala keluarga yang juga tinggal disana. Mereka diduga berperan sebagai penyedia jarum suntik dan narkoba.
“Ada di situ juga dua KK sudah berumah tangga. Ternyata mereka penyedia alatnya, jarum suntik untuk menyuntikan ke pasien lainnya. dua KK itu tinggal disitu,” terangnya.

 

Sedikitnya ada 40 orang “pasien” yang sering keluar masuk rumah tersebut. Mereka rupanya pengguna narkoba dan pecandu tingkat tinggi. Jenis narkoba yang dipakai yakni putau narkoba suntik. Separuh dari mereka diduga sudah terpapar HIV AIDS.
“Ada 40 orang pengakuan mereka, dan 20 orang diantaranya HIV. Dalihnya tempat itu untuk orang-orang yang ketergantungan narkoba, tempat berobat. Tetapi mereka ternyata pakai serbuk narkoba juga yang kualitasnya dibawah putau,” jelas Winam.
Para pecandu disana, kata dia, berprofesi sebagai buruh serabutan hingga karyawan. Namun warga sudah mulai resah dengan keberadaan mereka karena sering terjadi aksi kriminalitas.
“Karena kalau paki suntikan dimana-mana, bahaya kan orang sudah kena HIV juga. Bisa menular. Sejak ada tempat tersebut kampung itu jadi enggak aman. Banyak penggunanya ambil HP untuk beli narkoba.
Polisi memastikan lokasi tersebut sudah kosong.

 

“Kami amankan 6 orang, sanksi sosial semuanya diusir tak boleh disitu. Dan tempat itu sudah kosong, clear,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here