Kepsek SDN 5 Baru Dipanggil Kadisdik

383

bhl6-m-thamrin

Margonda | Jurnal Depok
Dinas Pendidikan Kota Depok sudah memanggil Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Depok Baru 5, Buliher Gultom. Dipanggilnya kepala sekolah terkait pemberian izin sarana sekolah yang dipakai oknum pejabat untuk acara hajatan pada Jumat-Sabtu kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok M Tamrin mengatakan pihaknya sudah meminta keterangan terkait hal tersebut. Hasilnya sementara diketahui kalau kepala sekolah tersebut tidak memberikan laporan pada dinas soal izin pemakaian sarana sekolah.

“Tidak ada laporan. Kami sudah memanggil kepala sekolah yang bersangkutan,” kata Tamrin, Senin (19/9).

Ia menambahkan selanjutnya dinas akan melakukan evaluasi terkait hal tersebut. Dia berjanji hal tersebut tidak akan terjadi lagi nantinya. “Kedepan tidak terjadi lagi sarpras yang dipakai di jam belajar,” tegasnya.

Ketika ditegaskan apakah pemakaian pada jam luar sekolah diperbolehkan, Tamrin menjawab bisa. “Ya kalau di jam sekolah saya tegaskan tidak bisa,” ungkapnya.

Menurutnya untuk peminjaman sarpras sekolah, izinnya ada di bagian aset Pemkot Depok. Pihaknya tidak memiliki kewenangan mengeluarkan izin.

“Itu kan karena rumah yang bersangkutan berbatasan dengan sekolah. Saya yakin kalau jauh juga tidak mungkin memakai sarana sekolah,” katanya.

Terkait soal adanya pengurangan jam belajar pada Jumat-Sabtu lalu, Tamrin membantahnya. Dikatakan, pada Sabtu anak-anak hanya melakukan kegiatan ekstrakurikuler saja. “Kalau Jumat tidak ada pengurangan jam belajar berdasarkan pengakuan Pak Karjo,” tandasnya.

Sebelumnya wali murid menyayangkan adanya hajatan yang digelar di lingkungan sekolah.  Proses belajar siswa SDN Depok Baru 5 di Jalan Gelatik Kecamatan Pancoran Mas sempat terganggu. Hal tersebut dikarenakan lapangan sekolah dan ruang guru dipakai untuk acara hajatan salah satu pengawas sekolah bernama Sukarjo. Yang bersangkutan diketahui rumahnya berdekatan dengan gedung sekolah memilih memanfaatkan tempat untuk acara resepsi.

Namun hajatan yang dihelat tersebut justeru membuat kegiatan belajar siswa terganggu. Acara mulai dilakukan pada Jumat lalu (16/9) hingga Sabtu (17/9). Pada Jumat siswa dipulangkan lebih awal dari jadwal normal.

“Kemarin Jumat akad nikahnya, Sabtu resepsi,” kata salah seorang wali murid kelas III yang enggan disebutkan namanya.

Wali murid tersebut mengaku kesal karena ketika belajar terganggu dengan suara bising hajatan. Pada Jumat lalu murid harus belajar diselingi suara dari pengeras suara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here