Bangun Posyandu Dahlia

246

????????????????????????????????????

Kegiatan Program Pembinaan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) di wilayah Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, mulai memasuki babak baru. Kemarin, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna berkunjung dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Posyandu Dahlia di RW 09 Kelurahan Cimpaeun.

Dalam kesempatan itu Pradi mengungkapkan, program P2WKSS tidak hanya pembangunan fisik yang diutamakan. Namun, kata dia, pembangunan non fisik seperti pelatihan dan pemberdayaan masyarakat pun perlu ditingkatkan.

 

“Bentuk kreativitas tidak hanya dilakukan oleh usia produktif, namun begitu ibu rumah tangga pun bisa melakukan itu. Sehingga, fundamental ekonomi merekat di dalam keluarga,” ujar Pradi, kemarin.

 

Ia menambahkan, bahwa kegiatan P2WKSS yang digelar sejak Maret lalu sudah mencapai kurang lebih 50 persen. Adapun kegiatan pembangunan yang akan dilakukan seperti pembangunan RTLH.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Depok begitu semangat untuk membangun posyandu di tiap-tiap RW di wilayah Depok. Dirinya mengakui jika saat ini masih banyak posyandu yang menumpang di rumah warga.

 

“Ini salah satu bentuk komitmen kami terhadap pembangunan posyandu, meskipun acaranya mendadak kami tetap hadir untuk melakukan peletakan batu pertama. Kami berharap ke depan posyandu bisa berdiri sendiri tidak numpang lagi,” katanya.

 

Dengan dipangkasnya DAU oleh pemerintah pusat dan bantuan provinsi, Pradi menyadari alokasi anggaran yang tadinya bisa dilakukan untuk pembangunan posyandu dan lainnya akan tiada di tahun ini.

 

“Pandai-pandai kita mencari itu, yang pasti kami ambil dari dana yang tidak keluar dari regulasi. Insha Allah ke depan kami anggarkan di anggaran murni di 2017,” paparnya.

 

Camat Tapos, Muchsin Mawardi dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasihnya kepada wakil walikota yang telah menyempatkan diri untuk hadir dalam acara peletakan batu pertama.

 

“Mohon doanya agar pembangunan posyandu ini berjalan lancar. Kami juga berterimakasih kepada seluruh masyarakat baik itu RT, RW maupun LPM yang telah membantu kegiatan P2WKSS ini,” tandasnya.

 

Sementara itu Lurah Cimpaeun, Tri Susanto mengatakan bahwa pembelian lahan untuk  Posyandu Dahlia dilakukan secara swadaya masyarakat. Di mana pembebasan lahannya mencapai Rp 45 juta.

 

“Lahan yang beli masyarakat, kami mengusulkan pembangunannya ke pemerintah kota. Rencananya dibangun dua lantai, total anggaran pembangunan kurang lebih Rp 100 juta,” ungkapnya.

 

Lahan Posyandu seluas 45 meter itu nantinya juga akan terintegrasi dengan kegiatan posyandu lainnya. Dikatakannya, dari 22 RW yang ada di wilayahnya hingga kini masih menumpang di rumah warga.

 

“Baru di RW 09 ini kami bangun, yang lain masih menumpang semua. Memang keberadaan posyandu ini sebuah kebutuhan yang sudah lama diinginkan oleh masyarakat,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here