Siswa SDN Kalibaru 6 Turun Drastis

186

Setelah roboh pada bulan Februari lalu, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kali Baru 6 Depok tak kunjung diperbaiki.Hal tersebut berakibat aktivitas belajar menjadi terganggu.Tak hanya itu sekolah tersebut juga mengalami penurunan jumlah siswa.

Selama hampir tujuh bulan, siswa SDN yang beralamat di Jalan Mandor Sanim RT 02/ RW 05 Kelurahan Kali Baru Kecamatan Cilodong, Kota Depok harus belajar dengan keterbatasan sarana dan prasarana.Sebagian siswa pun harus berbagi ruang kelas dengan SMPN 6 Depok yang berlokasi tak jauh dari SD tersebut tersebut.

“Disini hanya kelas 6 saja.Sedangkan, kelas 1 sampai kelas 5 harus menumpang di SMPN 6 Depok.Sistem belajarnya bergantian.Untuk kelas Ke 1, 2, dan 5 masuk pada pagi hari. Sementara kelas 3, dan 4 masuk pada siang hari,” ujar Nasir Ibrahim, Guru kelas 6 SDN Kali Baru 6 Depok, Rabu (14/9).

Dirinya menjelaskan jika terus dibiarkan dan tidak ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki sekolah, akan membuat pihak sekolah terus merugi. Tahun ini saja banyak siswa lulusannya yang tidak diterima di SMP negeri.Dari 56 siswa hanya 1 siswa yang masuk ke SMP Negeri.

“Prestasi siswa disini merosot drastis.Tahun lalu 15 siswa masuk SMP Negeri.Tahun ini hanya 1 dari 56 siswa hanya masuk ke smp negeri,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan bahkan sejumlah orang tua siswa juga banyak yang mengeluhkan lamanya waktu perbaikan sekolah tersebut. Hal tersebut menyebabkan banyak dari orang tua yang memindahkan anaknya ke sekolah lain.

“Banyak keluhan dari siswa.Tahun ini ada sekitar 16 siswa yang  pindah. Ini dikarenakan siswa nggak betah dan kurangnya nyaman sekolah disini,” tuturnya.

Selain itu siswa juga mengeluhkan waktu belajar yang kurang efektif.
“Waktu belajar kurang efektif, karena selama ini sejak sekolah rubuh waktu belajar hanya 2 jam setengah. Namun, sejak Agustus sudah normal. Itu juga jadi alasan orang tua memindahkan anaknya,” jelasnya.

Nasir menjelaskan, terbengkalainya gedung SDN Kali Baru 6, juga membuat orang tua tidak percaya untuk memasukan anaknya ke sekolah tersebut.

Dalam Penerimaan Siswa Baru padaTahun 2016 ini, pihak sekolah hanya mampu menerima 35 siswa.Kemungkinan juga ini disebabkan sempat beredar isu bahwa SD tersebut tidak menerima murid baru.

“Sekarang SDN Kali Baru 6 ada hampir 300 siswa yang terbagi menjadi 13 rombel.Tapi lebih banyak yang keluar dari pada yang masuk,” ucapnya.

Dia mengatakan pembangunan akan dilaksanakan awal September lalu dengan alokasi anggaran sekitar Rp 500 juta. Namun karena adanya perubahan rancangan membuat pembangunan tersebut menjadi tersendat.

“Harusnya tanggal 1 September sudah mulai kerja. Tapi pada saat itu ada perubahan gambar. Kami maunya
ada 16 tiang yang buat cakar ayam. Tentu dengan ini juga bisa lebih kokoh,” ujarnya.

Nasir menambahkan, selain bantuan tersebut, Kementerian Pendidikan menjanjikan akan  membangun empat ruang kelas baru serta memperbaiki perpustakaan yang juga teracam roboh.

“Belum lama ini kami kedatangan Dirjen Pendidikan. Dia bilang mau ditambah satu lantai untuk membangun 4 ruang kelas baru dan merehab perpustakan.Sekarang sedang on proses,” ungkapnya..

Sejumlah siswa berharap Pemerintah Kota Depok agar sekolahnya dapat segera dibangun.

“Iya terganggu. Semoga cepat dibangun biar belajar tenang lagi,” ujarArfiana siswa kelas 6 SDN Kali Baru 6.

Siswa lain yakni Muhammad Zaki Akbar Abilah. Dia berharap agar sekolahnya segara dibangun. Menurutnya sekolah terasa sepi dan tidak nyaman untuk proses belajar-mengajar.

“Sepi disini karena nggak semua masuk biasanya ramai. Iya semoga cepat dibangun aja supaya bias kumpul dan belajar bersama lagi,” pungkasnya.

Sementara itu Komisi C DPRD Kota Depok Tajudin Tabri menjelaskan jika anggaran perbaikan sekolah tersebut sudah dimasukkan ke dalam anggaran perubahan.”Belum lama ini sudah dimasukkan keanggaran perubahan. Maksimal akhir September sudah mulai dibangun karena mengingat kondisi bangunannya yang harus segera diperbaiki, nggak bisa ditunda,” tandasnya.

bhl3

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here