DPR Sorot Sistem PPDB

239

Kota Kembang | JurnalDepok

AnggotaKomisi X DPR RI, Nuroji turut menyoroti kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Depok.Nuroji meminta para orang tua untuk menjadikan kasus tersebut pelajaran.Kejadian tersebut merupakan dampak dari pembenahan system untuk menghapus percaloan pendidikan.

“Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah bagus sistemnya, disbanding tahun lalu hanya jadi bisnis.Kini ada kebijakan baru siswa titipan harus ditertibkan.Enggak bisa lagi ada titipan sudah masuk sistem,”  ujarnya, kemarin.

Nuroji menyebutkan harga satu kursi sekolah negeri bisa dibanderol antaraRp 10-15 juta.Para siswa yang terlantar, kataNuroji, merupakan korban calo.

“Dengan penertiban ada dampaknya, yang kemarin bermain sekarang enggak bisa lagi.Korban calo yang kemarin sekarang kan sudah selesai,” tukasnya.

Ia meminta pemerintah bertindak cepat memfasilitas isi untuk masuk sekolah swasta. Ia menjelaskan uang titip calo Rp 15 juta sebaiknya bisa digunakan untuk masuk sekolah swasta yang sudah memiliki kualitas baik.

“Dari pada bayar calo, mending swasta saja.Saya juga dulu ditawari Rp 10-15 juta tapi saya enggak mau,anak saya swasta saja.Alhamdulillah dapat UI juga.Uang Rp 10 juta sudah dapat swasta yang bagus kok kenapa ngejar negeri kalau sudah penuh.Orang tua jangan gengsi,” kata Nuroji.

Ia meminta para orang tua menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran bagi orang tua. Kasus itu, kata dia,terus muncul setiap tahun akibat kurangnya jumlah sekolah negeri di Depok.

“Anak suruh yang bagus belajarnya.Cari sekolah yang sesuai kemampuan.Ikut jurnal enggak masuk maka swasta saja.Negeri daya tampungnya enggak adalagi, enggak mungkin bangun sekolah mendadak.Saya sebenarnya dapat dari Kemendikbud untuk memperjuangkann pembangunan sekolah di daerah, namun Depok selalu terganjal tak ada lahan,” katanya.

Sedikitnya 143 siswa di Depok terlantar karena tidak bisa masuk sekolah negeri.Orang tua mereka diduga menggunakan pihak ketiga atau calo untuk masuk negeri lewat jalur siswa titipan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here