Terminal Jatijajar Ditangani Pusat

227

Margonda | Jurnal Depok
Saat ini Terminal Jatijajar dalam keadaan mangkrak. Terminal yang berada di Jalan Raya Bogor tersebut terlihat tidak terawat. Bahkan ketika sore hari, banyak anak muda yang memanfaatkan jalan terminal untuk aksi balap liar tak sedikit pula yang memadu kasih.

Mangkraknya terminal tersebut ternyata dikarenakan aturan baru dari Kementrian Perhubungan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Depok, Eddy Suparman.

Ia mengatakan mangkraknya pembangunan Terminal Jatijajar di Kecamatan Tapos tersebut karena terbitnya aturan baru dari Kementerian Perhubungan soal pengelolaan terminal tipe A.

Dirinya menjelaskan aturan yang dimaksud itu berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam regulasi itu disebutkan, pengelolaan seluruh terminal kategori A akan ditarik ke tingkat pusat.

 

Sedangkan pemerintah kabupaten/kota hanya mengelola terminal tipe C dan terminal tipe B dikelola Pemerintah Provinsi. Dalam masalah ini,  Terminal Jatijajar dikonsepkan sejak awal menjadi terminal tipe A.

“Kami mulai pembangunan pada 2011. Sejak itu belum ada peraturan tersebut. Pada awal 2016 terbitlah surat edaran dari Kemenhub soal pengambilalihan terminal tipe A. Setelah itu, sudah tidak ada aktivitas pengerjaan lagi. Terminal Jatijajar sudah jadi urusan pusat,” ujar Eddy kemarin.

Dirinya memaparkan saat ini pembangunan Terminal Jatijajar sudah mencapai 80 persen. “Meski belum serah terima aturannya sudah demikian. Jadi, tinggal finishing saja 20 persen sisa pembangunannya,” paparnya.

Dia pun tak menampik bahwa mangkraknya proyek ratusan miliar rupiah itu sangat berpotensi dijadikan tempat mesum dan balapan liar oleh muda-mudi yang kurang bertanggung jawab.

“Untuk itu, kami menempatkan petugas di sana. Ada empat orang kerjanya sistem shift. Tapi, dengan luasan terminal lebih dari 10 hektar lebih itu, jumlah petugas jaganya sangat kurang. Mau ditutup total pun tidak bisa karena, banyak warga yang memanfaatkan jalur terminal sebagai alternatif dari dan menuju Jalan Raya Bogor,” pungkasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here