EksplorasiMigas NasionalDigenjot

203

luhut

MenteriKoordinatorBidangKemaritiman RI, Luhut B Pandjaitanmendukungpenuhpercepatanrealisasieksplorasimigasnasional. Gerakaninidigagasdalamsebuah Forum Group Discussion (FGD) bersamapemerintah, DPR RI, sertaakademisiuntukmendungkungrisetnasional.
Penggagas FGD KonsorsiumRisetMigasKelautan yang jugaPengurusDewanEnergiNasional, AndangBachtiarmengklaimtujuan FGD untukmenghimpunlangkahnyatadalamrangkamempercepattemuanbarudanmasukan yang konstruktifmengenaipercepataneksplorasimigasnasional.

 

Terbentuknyakonsorsiumtersebutdengancepatmendefinisikanrencanakerjadanrencana program serta pilot project yang dijadikanreferensieksplorasi yang bakaldicantumkandalam program migasnasional.
“Bahwa status cekunganmigas Indonesia saatini 70 persenberada di lautdanmasihada 33 persen area cekungan di lautitu yang tidakadadatanyasamasekali.Meskipundemikianbukanberarti di 67 persen area cekunganlaut yang sudahada data seismiknya, masihbanyak PR yang harusdievaluasi,” kata Andang di FakultasHukumUniversitas Indonesia (FHUI), Rabu (7/9).
Iaberharap,denganadanyakonsorsiuminitemuancadanganmigasterutama di daerah offshore akandipercepatmelaluisinergiberbagaikapasitasnasionalituuntukmelakukanrisetdaneksplorasilaut.

 

Penurunanproduksimigassaatinitidakhanyadiakibatkanolehpenurunanaktifpemboransebagaidampakpenurunanhargaminyak, namunjugaolehsemakintuanyalapanganmigas yang ada.
“Upayapeningkatanproduksimigastidakterlepasdariupayapenemuancadanganmigas.Cadanganterbukti Indonesia hanya 3,7miliarbarel, lebihrendahdibanding proven reserve Malaysia,” jelasnya.
Andangmenambahkanuntukitudiperlukanakselerasikegiatanpenemuancadangangunamencapai target peningkatanproduksi. Hal inimenunjukkanbahwakebijakaneksplorasimempunyaiperan yang strategis.
“Bagianbarat Indonesia menjadisalahsatualternatifterobosan yang menarik,” katanya.
Salah satupelakuindustrimigasnasional, DirekturPengembangan Usaha PT ElnusaTbkBudhi N Pangaribuanmengatakansuatuterobosaneksplorasimigasmerupakansuatukeniscayaandalammenyikapiberkurangnya lifting migasnasionaldanminimnyatemuancadanganmigasbaru yang disebabkanolehberbagaiaspek. Salah satunyaadalahsemakintuanyalapanganmigas yang adadan proses perizinan yang tidaksederhana.
“Indonesia memilikikapasitasuntukmelakukansurveiseismiklaut, baikdariinstitusipemerintahmaupunswastanasional.Masing -masingmempunyaikapabilitasnyadansiapuntukmendukung program konsorsium,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here