Tidak Punya Anggaran Tandang Persikabo Gagal Berangkat ke Bengkulu

365

DSC_1911

Cibinong | Jurnal Bogor

 

Alarm peringatan bagi  dunia sepakbola  Kabupaten Bogor  terutama bagi  elemen pecinta Persikabo  sudah menyala.  Karena tak ada dana, ‘Laskar Pajajaran’ gagal berangkat ke Bengkulu untuk melakoni lanjutan Turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) B.

Gagalnya Persikabo bertolak ke  Bengkulu  secara tidak langsung skuad Abdush Sobur dinyatakan kalah WO. Tak hanya itu, sanksi pun mengancam tim   yang didirikan pada tahun 1973  tersebut .

Tidak berangkatnya Persikabo untuk melakoni  pertandingan away, merupakan sejuarah tersendiri bagi dunia  olahraga di Kabupaten Bogor khususnya sepakbola .

Sejak ditangani PT Cikeas Putra Pratama, selaku pengelola  Tim Persikabo, tanda tanda bakal dihinggapi  awan kelabu memang  sudah mulai  tampak, ketika  saat itu  terjadi pengunduran diri  sosok pelatih Kashartadi

“ Udah  gak ada uangnya  untuk keberangkatan Tim ke Bengkulu .   Kami  sudah berusaha  cari pinjaman , tapi sampai  malam mau berangkat ,  kami  sudah tak dapat pinjaman lagi ”  ujar   Sairan,  salah satu  direksi dari PT Cikeas Putra Pratama.

Tak hanya itu,   Sairan  juga termasuk salah satu sosok yang ikut memperkenalkan HM Haris,  SE kepada  managemen PT Karadenan Jaya,  selaku pemilik Persikabo   tiga tahun  lalu , atau sebelum Persikabo pindah pengelolaan kepada PT Cikeas Putra Prtama .

Sementara itu, Abdush Sobur, pelatih Persikabo membenarkan kalau  tim  asuhannya memang tidak berangkat  ke Bengkulu   untuk melakoni partai away   melawan PS Bengkulu . “  Gak  ada  dananya  untuk berangkat  ke Bengkulu,”  beber  Sobur secara  singkat

Tidak berangkatnya Persikabo  untuk melakoni  partai  tandang,  merupakan kejadian  pertama kalin   karena tak ada dana. Sebelumnya, kejadian seperti ini tak pernah terjadi.

“Mohon maaf kepada pecinta, dan suporter Persikabo. Kami gagal berangkat ke Bengkulu, dan semoga kejadian seperti ini tak terulang,” ucap salah seorang pemain Persikabo yang enggan disebut namanya.

Lebih lanjut, tambahnya,  sehari menjelang pertandingan, ada pihak yang siap membantu untuk membelikan tiket pesawat, namun karena dadakan, Persikabo tetap gagal berangkat.

“Sebetulnya ada pihak yang membantu. Namun, karena dadakan hanya ada tiga tiket saja yang tersedia, sedangkan kami membutuhkan 13 tiket,” sambungnya.

Suporter Ultras Persikabo Curva Sud (UPCS), mengungkapkan kekecewaan serupa. “Kepada PT Cikeas Putra Pratama, kalau memang tidak sanggup mengelola Persikabo, tolong serahkan Persikabo kami kepada pihak yang mampu mengelola. Kami pun memohon kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk mencari solusi  untuk Persikabo ke depannya,” ucap salah seorang pentolan UPCS

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here