KBM di SMAN 11 Terganggu

250

Kisruh siswa titipan di SMAN 1 Depok yang menumpang di SDN Kemiri Muka 3 ini, berdampak pada Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) siswa. Bahkan siswa SMAN 11 Depok mengeluhkan kepada pihak sekolah mengenai gangguan keramaian ketika belajar. Ditambah siswa kini sedang fokus untuk UTS yang akan dilaksanakan.

“Siswa ada yang nangis kenapa bisa begini sekolahan kita, pada sedih semua,” ujar salah satu Guru SMAN 11 Depok Yanizasari, Kamis (1/9).

Dirinya menambahkan jika siswa kadang terganggu dengan kebisingan saat orang tua juga siswa titipan, beserta pihak-pihak lain datang ke sekolahan. Suasana KBM pun menjadi gaduh, sehingga menimbulkan pecahnya konsentrasi siswa.

“Gimana sih kalau belajar tapi ada keributan di luar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahkan ada siswa  yang tidak berani keluar kelas saat jam istirahat. Mereka memilih berdiam diri di dalam kelas, ketimbang keluar dan melihat keramaian.

“Mau jajan enggak enak, ya akhirnya di kelas saja,” ucapnya.

Beruntung situasi saat ini di sekolah sudah kondusif. Tidak ada lagi siswa titilan yang mendatangi sekolah, maupun orang tua dan pihak lainnya.

“Sudah kondusif semua, tapi saya juga minta media jangan menanyakan lagi ke sekolah. Tanyakan saja pada orang tua yang menitipkan anaknya atau pihak yang menjanjikan siswa titipan,” paparnya.

Pihaknya pun mengatakan, mengenai kasus ini menjadi pembelajaran bagi sekolah dan siswa. Karena masuk ke sekolah negeri dengan cara tidak baik, juga dapat berdampak pada siswa. Beruntung penanaman nilai-nilai moral diajarkan pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

“Acara nanti akan mulai padat, ada UTS juga qurban. Sehingga siswa harus lebih konsen lagi belajarnya,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here