Depok Darurat Narkoba

263

Kejaksaan Negeri Kota Depok memusnahkan barang bukti perkara di halaman kantornya di Sukmajaya, Kamis (1/9). Barang bukti tersebut yang dimusnahkan merupakan hasil rampasan dari pelaku pidana pada perkara sepanjang tahun 2015 hingga 2016.

Kepala Kejari Kota Depok, Yudha Purnawan Sudijanto mengatakan sejumlah barang bukti yang dimusnahkan antara lain senjata api, narkoba hingga uang palsu.

“Ada 57 pucuk senjata api, baik asli, mainan dan air softgun dengan ratusan butir peluru. Untuk barang bukti narkoba yang berhasil dimusnahkan ganja seberat 98,175 kilogram jenis ganja hampir menyentuh 100 kg,” tuturnya kepada wartawan.

Tak hanya ganja, pihaknya juga memusnahkan narkoba jenis shabu seberat 1,04 kilogram, ekstasi 109 butir, 89 tablet riclona, 99 tablet alprazolam, 139 kapsul tramadol, 1.639 tablet tramadol jenis HCL, 649 tablet THP, 9 tablet otto, 1.541 tablet hexymer, 21 unit alat hisap shabu (bong) dan 10 unit timbangan.

“Kami juga memusnahkan uang palsu senilai Rp370 juta pecahan Rp100 ribu. Uang palsu senilai Rp30 juta pecahan Rp50 ribu dan Rp29,1 juta pecahan Rp20 ribu serta uang palsu mata uang asing USD 79,4 ribu. Semua barang bukti yang disebutkan itu dimusnahkan sehingga tidak dapat dipergunakan lagi,” jelas Yudha.

Sedangkan untuk barang bukti senjata api pihaknya melimpahkan ke Polda Metro Jaya. “Dilimpahkan ke Polda karena kami tidak punya alat pemusnah senjata api, namun berita acara pemusnahan kami akan minta ke Polda,” terangnya.

Barang bukti perkara lain berupa kendaraan roda dua pihaknya juga sudah melakukan pelelangan. “Terakhir ada 29 unit kendaraan yang kami lelang , dan uang hasil lelangnya diserahkan ke negara,” tambah Yudha.

Ia menuturkan dari sekian banyak barang bukti yang dimusnahkan, barang bukti narkoba lah yang menjadi kekhawatiran pihaknya.

“Kejahatan kasus narkoba di Depok cukup tinggi. Sebanyak 70 persen perkara yang kami bawa ke pengadilan itu umumnya kasus narkoba dan yang paling banyak jenis shabu. Ini menandakan Depok sudah darurat narkoba,” paparnya.

Selain warga Depok, lanjutnya, terdapat pula tersangka WNA dalam kasus narkoba. “Peningkatan kasus narkoba di Depok meningkat sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Memang ini sungguh memprihatinkan. Pihak kami pun sudah menyasar ke sekolah-sekolah yang ada di Depok untuk berikan pemahaman tentang bahaya narkoba dan hukuman yang diberikan terhadap kasus penyalahgunaan narkoba. Belum lama ini saya menjadi Inspektur Upacara di SMAN 1, disana berikan pemahaman agar tidak mendekati narkoba. Hal ini akan kami lakukan secara rutin ke semua sekolah yang ada di Depok,”FOTO A BERITANYA YG HL-Terlihat jajaran Forkopimda saat memusnahkan barang haram berupa ganja dan jenis narkoba lainnya di halaman Kantor Kejari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here