Gloria Ingin jadi Presiden

251

GloriaBalikota | Jurnal Depok

Gloria Hamel Natapradja disambut riuh para Paskibraka Kota Depok usai mengikuti karantina nasional sejak 21 Juli di Cibubur. Gloria tiba di Balaikota Depok disambut oleh puluhan teman seperjuangannya.

Ada beberapa pernyataan menarik dari Gloria dalam acara tersebut. Di mana ia mengatakan bahwa dirinya kelak ingin menjadi seorang presiden. Gloria mengaku meski ayahnya berkebangsaan Perancis, namun ia sangat cinta Indonesia.

“Cita – cita saya ingin jadi presiden. Kalau cita-cita harus yang tinggi sekalian dong,” ujarnya di Balaikota Depok, Kamis (25/8).

Ia terobsesi menjadi Presiden RI di masa datang. Untuk mewujudkannya, Gloria fokus dan rajin belajar dimana dirinya saat ini bersekolah di Dian Didaktika, Cinere. Gloria juga mengaku sangat mencintai seluruh pulau dan pantai di Indonesia. Ia ingin menjelajahi seluruh pantai salah satunya Raja Ampat.

“Semuanya akan didatangi. Dapat inspirasi sih dari 34 provinsi semuanya bagus, ingin ke Raja Ampat dan daerah timur Indonesia,” ungkapnya.

Dengan menjelajah, ia akan semakin mencintai NKRI. “Dengan pergi ke satu daerah kita akan ketemu hal yang baru. Semacam Life Goes,” katanya.

Sebelumnya, Gloria dijemput oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Depok setelah dilepas oleh Provinsi Jawa Barat. Acara lepas sambut itu juga dihadiri oleh keluarga Gloria dan teman-temannya dari sekolah Dian Didaktika.
Kedatangan Gloria disambut dengan nyanyian khas ‘Selamat Datang Kawan’. Dalam penyambutan itu, Gloria juga memeluk dan menyalami teman-temannya satu persatu. Dalam acara dialog, NGloria beberapa kali meneteskan air mata dihadapan teman-temannya.

“Kangen enggak semuanya sama gue,” kata Gloria sambil tertawa, Kamis (25/8).
Teman – teman Gloria bertepuk tangan sambil mengeluarkan air mata menahan haru. “Kami bangga banget sama kamu Glo,” ujar teman – teman Gloria.

Kepala Dispora Kota Depok Agus Suherman menyambut kedatangan Gloria dan seluruh tim Paskibraka dengan hangat.

“Kami bangga Gloria telah mengharumkan nama Depok di kancah nasional dan internasional. Kita telah kembali ke Depok baik di tingkat nasional dan digembleng selama karantina. Kami yakin selama digembleng mendapatkan bekal pengetahuan. Semuanya hebat,” jelasnya.

Orang tua Muhamad Fauzi Fajar, siswa asal SMAN 5 Depok yang bertugas menjadi tim Paskibraka di tingkat Provinsi Jawa Barat, H Joni mengaku bangga atas prestasi anaknya yang mampu mewakili Depok di Jawa Barat.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT anak saya bisa mengemban tugas di tingkat provinsi. Memang anak saya ini memiliki banyak prestasi baik dibidang olahraga maupun kesenian. Ia pernah juara bulutangkis di O2SN tingkat kota dan dia juga hoby main gitar,” jelasnya.

Sementara itu, Ira Natapradja, ibunda Gloria Natapradja Hamel meyakini bahwa Presiden Joko Widodo akan mempermudah proses kewarganegaraan anaknya, untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ia menegaskan bahwa Gloria memilih menjadi WNI karena kecintaannya pada NKRI.

“Gloria berharap banget dapat kemudahan, biarlah saya serahkan ini awalnya ke kuasa hukum. Namun Presiden Jokowi menyampaikan secara lisan bahwa ada jaminan pasti Indonesia. Kemarin ada pernyataan itu tiga hari lalu melalui Pak Menpora,” ungkap Ira Natapradja.

Ira sempat berkoordinasi dengan kuasa hukumnya untuk mengurus administrasi itu. Semula pihaknya sempat akan mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hal tersebut.
“Namun kami urungkan karena sudah ada jaminan dari Pak Presiden. Lisan kepada Pak Menpora,” tegas Ira.

Kuasa Hukum keluarga Gloria, Fahmi Bachmid menjelaskan bahwa ada kontradiksi pasal di dalam Undang-Undang nomor 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan. Hal ini bisa saja terjadi pada masyarakat selain Gloria yang juga memiliki warga negara ganda dari hasil pernikahan campuran.

“Pasal 41 mengharuskan anak yang lahir sebelum tahun 2006 otomatis empat tahun kemudian setelah diundangkan harus daftar warga negara. Jika orang yang lupa daftar, maka gugur WNI otomatis ikuti asing. Padahal ada aturan dimana jika terjadi kewarganegaraan ganda  boleh memilih pada usia 18 tahun di pasal 6. Ini ada kontradiksi,” katanya.

Ayah Gloria warga negara Perancis sudah selama 45 tahun tinggal di Indonesia. Keluarga Gloria sudah sejak tahun 1997 tinggal di Cinere Depok. Ayah Gloria berprofesi sebagai kurator seni.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here