JPO Perlu Ditambah

264
T Farida Rachmayanti

Margonda | jurnaldepok.id
Jalan Margonda Raya dinilai banyak orang belum ditata dengan baik. Hal tersebut terlihat dari minimnya Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), lampu penerangan yang minim. Belum ditambah dengan kurang tertibnya pengendara.

Baru-baru ini seorang mahasiswi Universitas Indonesia Fevi Silvia meninggal dunia karena tertabrak pengendara motor ketika hendak menyebrang di Jalan Margonda. Minimnya JPO disinyalir menjadi salah satu penyebab peristiwa itu terjadi.

Menyikapi hal tersebut Anggota DPRD Kota Depok Komisi B Tengku Farida Rachmayanti menilai permasalahan Margonda memang kompleks. Diakuinya, pihaknya sudah mendorong Pemkot Depok agar menambah JPO.

“Alhamdulillah bertahap di pemerintahan sebelumnya ada penambahan JPO. Namun memang kebutuhannya harus terus ditambah,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan kendala dasar yang terjadi adalah pengadaan tanahnya. “Iya masalahnya di pengadaan tanah. Yang perlu ketelatenan pemerintah kota dalam melibatkan berbagai stakeholder pembangunan terkait,” ungkap Bunda Opi sapaan akrabnya.

Dia mengatakan ketika dirinya berada di Badan Anggaran DPRD ia selalu mengingatkan perlu adanya tim khusus yang menangani masalah penataan Margonda.

“Penataannya dari berbagai sisi. Margonda sebagai jantungnya Depok harus nyaman, aman dan elegan. Center of city, Margonda etalasenya kota Depok,” katanya.

Ia menjelaskan secara teknis untuk tahun ini sebenarnya tentang Margonda bisa dimasukkan ke dalam APBD perubahan 2016. “Secara teknis untuk tahun ini bisa dimasukkan ke APBD perubahan 2016, sehingga paling lambat Desember sudah ada JPO baru. Kuncinya ketelatenan komunikasi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Dirinya mengatakan lebih baik dibuat tim secara khusus. “Saran saya lebih bagus dibuat tim untuk memudahkan koordinatif dan fokus pembenahan secara bertahap,” tandas Farida.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here