Korban Kebakaran Tempati Rusun

174

Pancoran Mas | Jurnal Depok
Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil masih terus melakukan pendataan korban kebakaran Kampung Lio, Pancoran Mas. Kepala Disnakersos Diah Sadiah mengungkapkan pendataan tersebut dilakukan guna mendata jumlah korban kebakaran warga Depok dan luar Depok.

“Saat ini untuk warga Depok ada 19 KK, tujuhnya masih belum jelas karena tidak sesuai antara NIK dan akan dicocokkan tanggal lahirnya. Sedangkan untuk warga luar Depok yang terdata ada warga Indramayu 10 KK 22 jiwa,Cirebon 32 KK 35 jiwa, Tegal 6 kk 6 jiwa. Kami sudah koordinasi dengan kepala dinas daerah setempat. Mereka sudah siap menindaklanjuti korban,” terangnya.

Dirinya menjelaskan untuk warga luar Depok nantinya pemerintah Depok akan mengirim surat ke pemerintah setempat yang menjelaskan warganya menjadi korban kebakaran di Kampung Lio dengan didukung data dari Disdukcapil.

“Untuk warga Depok yang menjadi korban kebakarakan nanti diarahkan selama 3 bulan ke depan akan diberikan bantuan sosial dari pemerintah. Bantuan berupa kebutuhan dasar seperti tempat tidur, kebutuhan dapur, dan juga kebutuhan usaha tergantung kebutuhan mereka. Sedangkan bagi bukan warga Depok kami mengirim surat ke kepala daerah setempat memberitahukan warganya jadi korban. Nantinya mereka akan diantar atau dijemput oleh pemerintah daerah asal. Diharapkan mereka juga mendapat pelayanan yang bagus dan oleh pemerintah kota/kabupaten disana nya diurus semua,” paparnya.

Tak hanya itu, lanjut Diah, Pemkot Depok berencana akan memberikan bantuan menempati rumah susun di Cilangkap. “Para korban kebakaran ini kan umumnya menempati rumah sewa bukan miliki sendiri. Bantuan ini khusus warga Depok, tapi teknisnya belum final, apakah selama tiga bulan ke depan atau bagaimana, masih dirapatkan. Intinya korban kebakaran baik warga Depok dan bukan Depok berhak mendapatkan pelayanan yang optimal,” tandasnya.

Sementara itu salah satu warga yang menjadi korban adalah Rodiah. Ia mengaku hal yang paling dibutuhkan korban adalah pakaian dalam, sedangkan untuk anak-anak itu buku pelajaran sekolah, tas sekolah dan seragam.

“Sebenarnya kalau hujan tiba ya suka tergenang alas nya karena ini kan dari terpal, jadi baju pada basah. Untuk kamar mandi dan WC, tetangga yang kena kebakaran suka minjemin WC nya. Alhamdulillah itu terbantu,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here