Kominfo Minimalisir Frekuensi Radio Ilegal

185

Margonda | Jurnal Depok
Sosialisasi regulasi penggunaan spektrum frekuensi radio dalam penyelenggaraan penyiaran dilakukan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika, Ditjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informartika, di Aula Perpustakaan Kota Depok.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan peserta yang merupakan anggota ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) dan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) serta perwakilan dari beberapa OPD Kota Depok.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok ini bertujuan unutk meminimalisir penggunaan spektrum frekuensi yang ilegal serta untuk pemahaman menyuluruh kepada masyarakat tentang hukum perijinan pemakaian sprektum frekuensi radio.

“Diharapkan semua pihak bisa mendapatkan manfaat, khususnya pengguna frekuensi radio,” ujar Kasi Pelayanan Amatir Radio KRAP, Kemkominfo, Kendro Drajat.

Dirinya mengatakan bahwa informasi dan pemahaman kepada masyarakat pengguna spektrum frekuensi radio mengenai aturan penggunaan frekuensi radio dan tata cara perizinannya memang perlu dilaksanakan demi terwujudnya penggunaan spektrum frekuensi radio yang tertib, bebas dari gangguan dan sesuai dengan peruntukan.

“Selain itu, kelayakan perangkat mereka juga harus dicek agar penggunaan frekuensi ini selain legal, juga dapat berjalan dengan baik ,” tambahnya.

Dia juga mengatakan sinergitas terhadap ORARI dan RAPI harus dapat dilakukan lebih masiv lagi, mengingat mereka memiliki kelebihan early warning system melalui frekuensi radionya.

“Mereka dapat menyebarkan info dengan lebih cepat, maka harus kita gandeng. Misal ada bencana atau juga pasca bencana, karena walaupun jaringan telepon dan internet sudah ditemukan pun, radio komunikasi tetap menjadi andalan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here