Heboh Keranda Terbang

352

Sawangan | Jurnal Depok

Warga di lingkungan RT 01/04 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, beberapa hari ini dihebohkan dengan kesaksian beberapa orang warga yang melihat keranda terbang di wilayah tersebut.

Peristiwa tersebut sontak membuat warga di wilayah itu menyimpan rasa takut dan khawatir pada saat malam tiba. Bahkan, banyak dari mereka takut untuk keluar rumah hingga larut malam.

Salah satu pengakuan datang dari Ibu Wanda, istri dari Ketua RT 01/04 Kelurahan Sawangan Baru, Edi Supini mengungkapkan, bahwa anaknya secara jelas melihat keranda terbang beberapa hari lalu.

“Saat itu anak saya pulang main marawis, kemudian dia antar temannya dulu. Saat di jalan, dekat rumah ia melihat keranda yang sedang berjalan (digotong,red) kesorot oleh lampu motornya. Anak saya langsung kabur dan sampai di rumah ia nangis-nangis,” ujarnya kepada Jurnal Depok, kemarin.

Untuk memastikan itu, lanjutnya, suaminya beserta beberapa orang warga kemudian mencari keranda tersebut. Alhasil, suaminya itu juga melihat keranda yang setengah terbang tersebut.

“Bapak (suami,red) sempet melihat juga namun sepotong karena keranda itu berbelok ke jalan lain, jadi yang terlihat sepotong dengan posisi nampak berjalan dan seperti lagi digotong,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tak hanya anaknya, beberapa orang warga juga pernah melihat keranda berjalan di tengah malam. Awalnya, kata dia, keranda berjalan itu dilihat oleh salah seorang tukang sayur yang hendak pergi ke pasar.

“Saat itu ia (tukang sayur,red) mau ke pasar sekitar jam 2 pagi. Lihatnya di smping musolah, dia pikir tukang bakso, tahu-tahu keranda yang jalan. Sudah lebih lima orang yang mengaku melihat keranda jalan tersebut,” terangnya.

Selama ini, kata dia, di lingkungannya tidak ada satu pun warga yang meninggal secara tidak wajar. Namun ia tidak menyangkal, informasi penemuan keranda terbang itu telah membuat dirinya dan masyarakat resah.

Sementara itu, salah satu tokoh agama di wilayah itu, Ustad H Rahmat Mulyadi telah mendengar informasi tersebut. Ia mendengar informasi bahwa keranda terbang tersebut terbuat dari kayu dan masyarakat melihat di waktu yang berbeda.

“Kami minta kepada masyarakat agar tidak resah terhadap informasi itu. Tetap konsentrasi jaga keamanan lingkungan, jangan sampai informasi tersebut dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Karena kami dengar saat malam tiba di sana sudah sepi, padahal baru jam 9 malam,” tanggapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa alam goib itu memang ada. Jadi, kata dia, masyarakat tidak perlu takut.

keranda terbang“Yang terpenting kuatkan keimanan, Allah menciptakan alam nyata dan alam goib, itu Allah yang menciptakan. Nggak usah panik dan resah, khawatir ada orang yang sengaja memanfaatkan. Jangan terlalu dipercayai, memang belum sampai ke musyrik namun yang terpenting perkuat keimanan kita,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here