DKD Curhat Ke DPRD

251

Kota Kembang | Jurnal Depok

Ketua dan pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Depok melakukan audiensi dengan DPRD Kota Depok. Dalam Audiensi itu, DKD diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, Ketua Komisi A, Hamzah dan Sekretaris Komisi D DPRD Depok, Hj Qonita Luthfiyah.

“Kami sampaikan keluh kesah dan aspirasi kepada dewan dari teman-teman. Atas nama seniman ingin menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan seni budaya Depok. Juga ingin menyampaikan kondisi DKD saat ini pasca Muslub dan perkembangan DKD selama didirikan di Depok,” ujar H Nuroji, Ketua DKD Depok, Senin (15/8).

Meskipun legalitas kepengurusan DKD saat ini masih sumir, lanjutnya, namun DKD terus bergerak bekerja menyusun regulasi maupun kebijakan pemerintah dalam bidang seni budaya karena dirinya merasa belum dimaksimalkan peran seniman dan budayawan.

“DKD ini kan lembaga manatori Kementerian Dalam Negeri. Jadi, organisasi ini memiliki payung hukum yang kuat yang dimitrakan sebagai mitra kerja pemerintah kota,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Nuroji dan pengurus DKD lainnya menyampaikan hasil Musyawarah Luar Biasa (Muslub) kepada DPRD. Hal itu dikatakan Nuroji agar semua pihak memahami dikarenakan hingga saat ini pihaknya merasa belum dikasih waktu untuk menyampaikan program kerja dengan walikota.

“Permohonan telah kami sampaikan berkali-kali namun memang belum dikasih waktu, kami nggak bisa jawab apa alasannya. Makanya kami dahulukan ke DPRD yang memang welcome terhadap DKD,” tegasnya.

Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan keberadaan DKD dirasa cukup penting untuk membangun seni dan budaya di Depok. Hendrik mengatakan, perhatian pemerintah beberapa tahun terakhir terhadap seni dan budaya di Depok belum maksimal.

“Bagi kami, kalau ingin menonjolkan sebuah seni (seni apapun,red) maka yang pertama kali harus diajak diskusi adalah pelaku seni bukan pengusaha. Kalau pelaku seni sudah diajak berdiskusi maka selanjutnya yang akan kami pikirkan adalah program seni itu sendiri,” tandasnya.

Selain itu, sambungnya, pemerintah juga harus menyiapkan wadah untuk para pelaku seni. Sehingga, kata dia, secara menyeluruh dari awal persiapan hingga pelaksanaan dapat berkesinambungan dan tidak putus di tengah jalan.

“Jangan sampai pelaku seni sudah diajak bicara, namun programnya tidak disiapkan. Begitu pun sarana dan prasarananya harus dilengkapi. Hal ini tentu harus berkesinambungan, kami pesimis jika tiga hal tadi tidak dilibatkan kesenian Depok akan berjalan mulus,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Depok, Hj Qonita Luthfiyah mengungkapkan kesenian merupakan potensi positif dalam membangun spirit, mental dan karakter bagi masyarakat.

“Potensi seni juga bisa bernilai positif bagi generasi muda, dari mereka yang membuang waktu cuma-cuma, melakukan hal negatif. Namun dengan pemberdayaan kesenian yang baik, efektif dan maksimal tentunya dapat mengajak anak-anak muda itu untuk meraih potensi dan menggali kemampuan seni mereka,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjutnya, akan mengurangi tawuran pelajar, kenakalan remaja dan lainnya yang tidak bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungan.

“Kami berharap DKD bisa memberikan warna yang positif, menjaga kesenian yang dimiliki Depok dan melestarikan serta mempromosikannya kepada masyarakat, sehingga masyarakat juga bisa mengenal dan bangga pada kesenian yang dimiliki,” pungkasnya.curhat dprd

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here