Awas Dijajah Hawa Nafsu

231

Balaikota | Jurnal Depok
Perayaan 17 Agustus digelar secara hikmat di halaman Balaikota Kota Depok. Seluruh pejabat dan tamu penting tampak memenuhi tempat upacara. Detik-detik jelang kemerdekaan juga diperingati secara khusyuk. Tepat pukul 09.45 WIB, sirine pun dibunyikan sebagai tanda kemerdekaan diraih.

Walikota Depok Muhammad Idris tampil sebagai Inspektur Upacara. Jelang pengibaran bendera merah putih, pasukan pengibar bendera (paskibra) Kota Depok memasuki area upacara. Kemudian bendera merah putih pun dibentangkan. Dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya para hadirin yang hadir hormat kepada bendera kebangsaan Indonesia.

Usai pengibaran bendera merah putih selanjutnya pembacaan UUD 1945 oleh Kapolres Depok Kombes Pol Kota Depok dan pembacaan naskah proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Alle.

Selanjutnya sebelum memulai sambutannya Walikota Depok Muhammad Idris yang bertindak sebagai inspektur upacara menyapa para tokoh yang hadir, antara lain Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan juga mantan Wakil Walikota Depok Yuyun Wirasaputra.

“Pemerintah Kota Depok mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen dan pengabdi masyarakat mulai dari unsur LPM, DKM, Posyandu, tenaga medis, dan juga kepada gerakan pramuka. Selamat hari Pramuka juga,” ujarnya.

Dia memaparkan momentum peringatan proklamasi 17 Agustus sebagai momen berakhirnya keangkuhan rezim kolonial yang sudah menjajah bangsa. Namun ia mengingatkan hal tersebut tidak mudah diraih, saatnya pemuda mempertahankan hal itu.

“Yang paling penting diri kita nggak boleh terjajah oleh hawa nafsu sendiri. Kita harus mampu introspeksi diri, apa kita sudah merdeka atau terjajah oleh hawa nafsu sendiri. Terus lakukan introspeksi diri,” tambahnya.

Dirinya mengungkapkan kebanggaannya bisa memimpin upacara bendera. “Ini adalah pengalaman pertama saya memimpin jalannya upacara pasca pelantikan saya sebagai Walikota pada Februari lalu. Saya dan Pak Wakil Walikota mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan warga Depok,” tutur Idris.

Menurutnya merdeka adalah kebebasan dengan keteraturan, merdeka adalah bekerja dengan ketulusan. “Merdeka adalah berbuat dengan sungguh-sungguh, merdeka adalah berperilaku santun dan rendah hati untuk bersama mewujudkan kesejahteraan dan kesejajaran. Dirangkum dalam satu ungkapan NKRI yang diperjuangkan oleh para pemuda bangsa saat mengumandangkan deklarasi Indonesia  merdeka, tidak hanya lantang suarakan  merdeka tapi terus lantang kumandangkan nilai-nilai merdeka,” paparnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh pemuda agar selalu bekerja dengan benar dan baik. “Jangan pernah berpikir apakah orang akan menghargai kerja anda, jangan pernah mengemis posisi dan kedudukan. Bekerjalah, Tuhanmu akan menilai pekerjaanmu dan memposisikanmu sesuai dengan kepantasan dirimu,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Depok juga memberikan apresiasi kepada para atlet Depok dan juga anak-anak berprestasi termasuk kepada Gloria Natapradja Hamel yakni siswa Depok yang telah berhasil tembus menjadi anggota Paskribaka tingkat Nasional.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, esensi HUT RI ke 71 bagi Kota Depok merupakan untuk semua warga masyarakat, golongan, kelompok yang ada di  Kota Depok.

“Inilah Saatnya untuk bahu-membahu di tengah kemajemukan Kota Depok,” pungkasnya.

BAGIKAN
Artikulli paraprakBangga Bercampur Haru
Artikulli tjetërAgustus Mutasi Ringan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here