Pemkot Ngaku Kecolongan

256

Kota Kembang | Jurnal Depok

Pemerintah Kota Depok melalui Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku kecolongan dengan adanya produksi bihun kekinian (Bikini) yang ternyata diproduksi di wilayah Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan.

“Sangat (kecolongan,red), kami sangat malu, kok bisa ada di wilayah Depok, ini luput dari perhatian. Jelas ini pukulan telak buat kami,” ujar Pradi kepada Jurnal Depok, Senin (8/8).

Ia menambahkan, teknologi yang luar biasa membuat lengah. Dikatakannya, ketika sebuah produk beredar tidak secara umum melainkan secara online, membuat luput pengawasan.

“Ketika ramai baru sadar bahwa itu ada di wilayah kita. Kami ingatkan dinas terkait untuk mengawasi produk-produk lain selain itu (Bikini,red). Ke depan pembinaan dan pengawasan terhadap home industry dan UMKM ini harus terus dilakukan,” paparnya.

Selain itu, Pradi juga akan meminta dinas terkait serta kelurahan dan kecamatan untuk menginventarisir kegiatan-kegiatan industry yang dilakukan oleh masyarakat. Termasuk melibatkan masyarakat dalam hal pengawasan.

“Saat ini berbelanja lewat online sedang menjadi trend, kalau ada produk yang sejenis dan bisa dikonsumsi langsung tolong sampaikan ke kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, pabrik makanan ringan bihun kekinian (bikini) di Sawangan Depok digerebek oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah mewah yang ada di Sawangan Depok.

Rumah mewah itu merupakan pabrik makanan ringan dengan nama bihun kekinian (bikini) yang saat ini menjadi kontroversi. BPOM didampingi oleh Unit Reskrim Polresta Depok dalam melakukan penyelidikan.

Di rumah mewah di Jalan Masjid Sawangan, pembuatan makanan ini dilakukan di lantai tiga. Pembuatnya adalah TW, 19 seorang mahasiswi yang dibantu beberapa temannya.

Kanit PPA Polresta Depok AKP Elly Padiansari mengatakan sekali produksi pelaku bisa menghasilkan ribuan bungkus. Untuk penjualannya dilakukan dengan sistem tersendiri. “Katanya pemasarannya via online,” kata Elly.

Penemuan ini pun masih terus didalami. Penuturan sementara bungkusnya itu hasil imajinasi produsen. Cemilan bikini pertama kali diproduksi pada tahun 2015 dan hanya berjalan sebentar. Usaha tersebut baru dijalankan kembalipada 2016. “Baru tiga bulan berjalan di tahun 2016,” jelasnya.

Sementara itu TW dalam keterangan resminya mengatakan dirinya tidak ada niat mengarah pada unsur pornografi. Diceritakan, awal dibuat nama bikini itu tercetur begitu saja. Dari sisi design tidak ada sedikitpun terpikir kalau itu termasuk pornografi. “Saya dan teman-teman berpikir bikini itu nama baju renang. Jadi tidak menyangka kalau namanya dipikir tidak senonoh,” katanya.

Terkait gambar, TW menjelaskan, itu hanya menyesuaikan nama cemilannya. Karena namanya bikini maka digunakan pakaian renang seperti dalam gambar kemasan.

“Dan disitu kami tetap memasukan gambar mie yang sedang dipegang itu, dan slogan “remas aku”diberikan oleh guru saya yang juga mengajarkan materi untuk marketing dan idenya,” ungkapnya.

Kata “remas aku” juga bukan bertujuan untuk meremas dada yang ada di gambar tersebut yang orang-orang mengartikan seperti itu. Kata “remas aku” pun dimaksudkan meremas isi kemasan tersebut sebelum dimakan.
Soal soal kata “remas aku” itu digambarkan kearah snack  yang dipegang oleh gambar di packaging. Pemkot Ngaku Kecolongan

BAGIKAN
Artikulli paraprakMukota Kadin Gatot
Artikulli tjetërFK LPM Minta Anggaran

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here