Awasi Produk Home Industri

321

Margonda | Jurnal Depok
Penggerebekan pabrik bihun kekinian alias bikini yang berada di Jalan Masjid, Sawangan, Sabtu (6/8) membuat sebagian masyarakat shock. Bagaimana tak terkejut, pasalnya snack kontroversi yang mengarah pada pornografi tersebut diduga diproduksi di Bandung. Namun setelah terselusuri, pabrik makanan kecil yang sedang hits itu ada di Depok.

Anggota DPRD Kota Depok Dapil Sawangan, Zeni Faizah angkat bicara. Menurutnya sebagai wakil rakyat di DPRD asal Sawangan dirinya sangat menyayangkan hal itu terjadi. “Yang saya tahu info memang yang produksi warga Sawangan tapi saya belum dapat info detail lainnya karena sedang coba ditelusuri,” ujarnya kemarin.

Ia mengungkapkan saat terjadi penggrebekan tidak ada info kepada dirinya. “Saya tahu setelah hal itu terjadi. Diketahui itu memang home industri,” ungkap Zeni.

Dia menyayangkan peristiwa tersebut terjadi. Ia berharap akan ada pengawasan lebih ketat terhadap para pelaku home industri.

“Yang pasti saya menyayangkan. Semoga kedepan kontrol terhadap home industri bisa lebih baik,” tuturnya.

Zeni yang juga merupakan Anggota Komisi B DPRD Depok mengatakan, kasus ini bisa mencut karena penjualannya melalui media online.

 

“Kita tahu era digital seperti saat ini bisa sangat mudah dan menjadikan produksi juga mungkin meningkat. Menurut info yang saya dapat pembuat membuat produk tersebut diawali niatan untuk membuat sesuatu yang bisa menarik pasar sehingga tercetuslah ide dengan nama itu,” paparnya.

Dengan tampilan yang vulgar tersebut, lanjutnya, sangat tidak layak jika dikonsumsi anak-anak. “Tidak layak sekali jika sampai dibeli anak-anak, karena ada gambar perempuan berbikini sekaligus ada kata “remas aku” yang bisa saja memberikan konotasi yang negatif bagi orang lain,” kata Zeni.

Ia mengimbau kepada seluruh warga manapun apabila ada home industri di lingkungan rumah setidaknya kita perhatikan minimal mengetahui jenis apa yang diproduksi.

“Dalam kasus ini sepertinya si penjual tidak bersosialisasi. Karena diketahui mahasiswi dan kuliah bukan di Depok. Yang pasti para stake holder harus terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan industri rumahan yang ada di Depok baik dari perizinan, dari jenis barang/makanan yang dibuat, sampai mungkin pada tahap kemasan yang perlu juga diuji kelayakannya,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here