Siswa Buat Gerakan #SavePribadi

214

Margonda | Jurnal Depok
Kegiatan belajar di Pribadi Bilingual Boarding School Depok yang berlokasi di Jalan Margonda Raya sudah berjalan normal. Sebelumnya Jumat lalu, Kedutaan Besar Turki menuding Sekolah Pribadi terafiliasi dengan Fethullah Gullen. Dalam rilis disebutkan, Pemerintah Turki meminta agar sembilan lembaga pendidikan yang disebutkan agar ditutup. Atas rilis tersebut, siswa dan orang tua mengaku kaget. Bahkan sebagai reaksi atas kabar tersebut siswa pun membuat tulisan “#savepribadi”.

Namun setelah ada pernyataan resmi dari Pemerintah Indonesia bahwa menolak permintaan Pemerintah Turki, saat ini siswa Sekolah Pribadi Depok sudah mulai tenang. Para siswa sudah bisa lebih nyaman belajar tanpa adanya kabar yang membuat tidak nyaman.

“Kami cek di Depok berjalan normal. Siswa sudah kembali tenang. Kami berterimakasih pada pemerintah karena sudah memberikan rasa aman,” kata Ketua Dewan Pembina Yayasan Yenbu Indonesia, Aip Syarifuddin kepada wartawan, Senin (1/8).

Dirinya mengaku sebelumnya ada rasa marah dari siswa dan orangtua lantaran Sekolah Pribadi dituding berafiliasi dengan gerakan Gullen. Bahkan sebelum adanya pernyataan resmi dari Pemerintah Indonesia pihaknya berencana melakukan mempertanyakan tudingan tersebut terhadap Kedutaan Besar Turki.

“Kami ingin tanyakan pada dubes apa dasar tudingan tersebut. Padahal selama ini kami tidak pernah tahu apa yang dimaksud. Namun pada hari Sabtu kemarin sudah ada pernyataan dari Seskab dan kami juga rapat jadi kami turuti apa yang dilakukan pemerintah. Kami mengucapkan terimakasih pada pemerintah,” paparnya.

Ia menjelaskan jika Pribadi Bilingual Boarding School tidak ada kaitannya dengan Pemerintahan Turki. Yang ada, lanjutnya keterkaitan antara Yayasan Yenbu dengan yayasan PASIAD. Namun kerjasama tersebut berakhir pada November 2015. “Yang kami tahu bahwa yayasan itu bergerak di bidang pendidikan,” tandasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here