Panglima TNI Bicara Bahaya Proxy War

262

Beji | Jurnal Depok
Ribuan mahasiswa/mahasiwi baru Universitas Indonesia mendapat motivasi, semangat dan pencerahan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Balairung UI, Senin (1/8). Di hadapan mahasiswa, Gatot mengatakan jika Indonesia membutuhkan agen perubahan bangsa dimana bangsa Indonesia harus siap menghadapi proxy war.

“Peristiwa terlepasnya Timor Timur dari NKRI yang bermula adanya pemberontakan bersenjata, itu merupakan contoh proxy war nyata. Sedangkan proxy war yang dilakukan pihak asing antara lain melakukan investasi besar-besaran agar dapat mengeksploitasi sumber daya alam. Kemudian membeli dan menguasai media massa untuk melakukan pembentukan opini, mengadu domba antar lembaga negara dan menghancurkan generasi muda Indonesia melalui berbagai budaya negatif seperti judi online, situs porno dan lain-lain,” jelasnya.

Dalam paparannya proxy war itu merupakan kepanjang tangan dari suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan strategisnya namun menghindari keterlibatan langsung suatu perang yang mahal dan berdarah.

“Perang proxy war ini tidak bisa terlihat dan tidak bisa kenal siapa lawan kita, karena musuh mengendalikan non state actors dari jauh dan akan membiayainya guna memecah belah negara yang menjadi sasarannya,” papar Gatot.

Proxy war,  lanjutnya,  juga tercermin dari adanya bentrok antar kelompok. Bahkan menurutnya dalam tiga tahun terakhir tercatat ada 41 kasus perkelahian mahasiswa dan sedikitnya ada 23 kasus pembakaran fasilitas kampus yang dilakukan oleh mahasiswanya sendiri.

“Jika mahasiswa ingin menunjukkan adanya ketimpangan sosial, menyuarakan kebenaran, menuntut keadilan, mengapa harus dengan cara kekerasan seperti ini? Ucapnya.

Dirinya menuturkan Indonesia memiliki modal untuk menangkal ancaman bangsa. “Indonesia punya modal geografi (kekayaan alam yang dimiliki sebaga negara agraris) dan juga memiliki modal demografi (nilai-nilai luhur rakyat dan kearifan lokal). Tentunya Indonesia memiliki para pemuda seperti mahasiswa yang menjadi agen perubahan bangsa,” tutur Gatot.

Dia menambahkan sebelum Indonesia merdeka yakni pada saat Sumpah Pemuda, seluruh pemuda di Indonesia bersatu dan memperkuat diri untuk mengusir penjajah. “Ketika pemuda bersatu hanya perlu waktu 17 tahun untuk mengusir penjajah. Nah saat ini Anda (mahasiswa) merupakan agen perubahan bangsa. Pemuda seperti Anda perlu ada revolusi mental, Anda punya gen dan jiwa yang patriot,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga memotivasi mahasiwa UI agar menjadi pemuda yang membanggakan bangsa. “Gayus Tambunan itu siapa? Dia pemuda juga kan, kemudian pengebom JW Marriot juga pemuda. Lantas bagaimana dengan Chris John, Sean Gelael yang mengharumkan nama bangsa. Mereka ini memang pemuda tapi ada yang layak dijadikan panutan dan tidak bisa dijadikan panutan,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan Balairung UI, Panglima TNI memberikan beberapa tips sukses kepada mahasiswa. “Jika kalian kuliah di UI hanya ingin jadi dokter dan arsitek, lebih baik tidak usah kuliah. Namun kalau kuliah disini kemudian bercita-cita membangun rumah sakit bagi masyarakat miskin, silahkan. Artinya hidup harus memberi manfaat untuk orang lain. Tips meraih sukses antara lain berdoa mimpi itu bisa tercapai. Kemudian fokus, optimis, action, bangun networking, terus belajar dan lakukan semua dengan hati,” pungkasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here