Gerindra Lapor Polisi

200

Sawangan | Jurnal Depok

Merasa tidak terima Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna dibully dan difitnah di facebook, Ketua PAC Gerindra Kecamatan Sawangan, Abdul Haris Bucharie akan mendatangi Polresta Kota Depok untuk melaporkan kasus tersebut.

 

“Kami merasa geram atas oknum yang membuat tulisan di facebook yang menghakimi ketua kami sekaligus Wakil Walikota Depok, karena tulisan tersebut kami nilai terlalu propaganda situasi, sehingga membuat situasi keamanan politik di Depok terganggu, apalagi akun facebook tersebut kami duga palsu,” ujar Haris kepada Jurnal Depok, Senin (1/8).

 

Ia menambahkan, bahwa Gerindra tidak anti dengan kritik, namun kata dia, kritik yang ditujukan harus bersifat membangun bukan menghakimi seseorang, apalagi yang disudutkan tersebut adalah Wakil Walikota Depok, tentu ada aturannya.

“Tulisan propaganda tersebut kami nilai sudah mengarah pada unsur pidana, karna mengganggu stabilitas keamanan Kota Depok. Kedua, menghina serta memfitnah seorang Wakil Walikota Depok, dan yang ketiga telah mencoreng nama baik,” paparnya.

Dari itu, lanjutnya, atas nama kader partai dirinya tidak akan tinggal diam melihat kondisi seperti itu. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk sebuah langkah hukum atas pembuatan akun-akun facebook palsu yang telah menghakimi ketua partai sekaligus wakil walikota.

“Kami bicara tidak melebar kemana-mana, yang kami tujukan kepada pembuat onar yaitu akun palsu. Semua ada aturanya termasuk mengkritik. Kami hargai itu dan angkat topi, jika semua melalui mekanisme sebuah aturan. Jangan hanya berteriak, tapi nggak berani tampil, rakyat selalu jadi dagangan,” jelasnya.

Salah satu akun facebook atas nama Amir yang diduga palsu tersebut menuliskan bahwa pembicaraan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna tidak bermutu dan tidak jelas atas kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Depok.

Tak hanya itu, di akun facebook lainnya Pradi juga dituduh menjembatani para oknum PPDB agar mereka dapat memasukan siswa titipan di sekolah negeri.

“Semakin sering oknum tersebut membuat tulisan propaganda, itu akan mempermudah kami untuk menemukan oknum tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut Haris mengungkapkan, bahwa tindakkannya itu dilakukan tanpa perintah apapun dari pimpinannya. Namun, kata dia, hal itu dilakukan atas dasar panggilan hati seorang kader partai.

“Jelas kami tidak terima kalu ketua kami difitnah dan dicemarkan nama baiknya. Kami minta polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena ini sudah menyangkut nama baik wakil walikota,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here