Dilarang Jual Hewan Kurban di Margonda

231

Sawangan | Jurnal Depok

Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok melarang penjual hewan kurban menjajakan dagangannya di jalur tersebut. Hal itu ditegaskan langsung oleh Kepala Distankan Kota Depok, Ety Suryahati.

“Untuk jalur hijau dan jalan protokol seperti Margonda dan Juanda itu tidak boleh ada penjual hewan kurban. Kami telah layangkan surat imbauan kepada lurah dan camat,” ujar Ety didampingi Kabid Peternakan, Tinte Rosmiati, Rabu (3/8).

Pernyataan tersebut diungkapkan Ety di sela-sela acara Sosialisasi Seleksi dan Penyelenggaraan Hewan Kurban dalam rangka kegiatan pengamatan, pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular strategis dan fasilitas penerapan keamanan produk asal hewan di D’Kandang Amazing Farm, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Namun begitu, Ety mengaku kesulitan untuk memantau para pedagang yang berjualan di jalur hijau yang jelas-jelas dilarang.

“Itu kan jalur hijau dan sangat mengganggu lalu lintas, karena padat lalin. Pemerintah (Pak Wali,red) telah memberikan imbauan untuk itu, berbahaya dan beresiko kambing atau sapi nya lepas,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pihaknya juga akan melakukan sidak ke lapak-lapak penjual hewan kurban mulai H-10. Dalam sidak itu, nantinya Distankan juga akan memeriksa kesehatan hewan kurban.

“Jika layak dan sudah diperiksa kesehatannya maka kami beri lebel atau tanda sehat yang dipasang di kuping hewan kurban yang dijual. Kemudian lapak  yang sudah diperiksa juga akan kami berikan kartu bahwa lapak tersebut telah diperiksa oleh Distankan,” terangnya.

Ety mengatakan, jika tahun lalu jumlah lapak penjual hewan kurban di Depok mencapai 400 lapak yang tersebar di 11 kecamatan. Pihaknya belum bisa memastikan apakah bertambah atau berkurang jumlah lapak pedagang hewan kurban pada tahun ini.

Dijelaskannya, hewan kurban yang masuk ke wilayah Depok umumnya dari wilayah Lampung, Jawa, Bali, Lombok termasuk sapi impor.

Acara sosialisasi tersebut menghadirkan pembicara dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Sedikitnya 100 orang yang terdiri dari DKM dan tukang jagal yang berada di Kecamatan Sawangan-Bojongsari ikut dalam acara tersebut. n Rahmat Tarmuji

 kurban

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here