Awas Calo BPJS

320

Margonda | Jurnal Depok

Minat warga Depok untuk membuat kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan semakin tinggi. Sedikitnya, 200 pemohon setiap harinya membuat kartu BPJS di Cabang Depok.

Kondisi tersebut tentunya membuat pihak BPJS Cabang Depok berhati-hati akan adanya calo yang menawarkan pembuatan Kartu BPJS Kesehatan. Selain biaya yang mahal, bisa saja Kartu BPJS yang dikeluarkan palsu.

“Bikin kartu BPJS jangan melalui calo, karena kalau melalui calo beresiko. Bisa jadi melalui aplikasi online namun tetap harus bayar. Selain itu para calo juga menggunakan alat sendiri mencetak dengan model yang mirip namun kartunya palsu dan tidak terdata, karena mengurus kartu harus melalui system kepesertaan BPJS, kalau tidak terdata di master file kepesertaan, kartu itu tidak bisa dipakai karena tidak ada kepesertaannya,” ujar Nurifansyah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya hingga saat ini belum menemukan Kartu BPJS Kesehatan yang palsu. Ia mengakui jika masih banyak warga yang membuat Kartu BPJS melalui perantara atau calo, terlebih mereka yang mendaftar melalui online.

Namun begitu, pembuatan kartu BPJS secara langsung tidak bisa menggunakan calo, karena yang mengurus harus yang bersangkutan yang ada di dalam kartu keluarga (KK), dan hal itu bisa diantisipasi.

“Kami melakukan penyebaran informasi termasuk mengirim surat ke semua instansi. Intinya sederhana agar masyarakat mengerti dan memahami kalau mau daftar langsung ke kantor saja, nggak usah pakai mekanisme lain, urus BPJS mudah, cepat dan gratis,” tegasnya.

Dikatakannya, Kartu BPJS Kesehatan sangat penting untuk mengcover biaya rumah sakit. Target pemerintah pada 2019 yakni cakupan Semesta. Artinya, kata dia, seluruh penduduk Indonesia telah terlindungi sebagai peserta JKN yang dikelola BPJS.

“Untuk di Depok jumlah penduduk sekitar 1,6 juta jiwa yang terdaftar sudah 60 persen, berarti masih ada 40 persen yang harus kami kejar hingga 2019 agar sadar. Untuk itu harus ada dorongan dari semua pihak, pesertanya juga paham, institusi pemerintah, swasta, LSM, Apindo, SPSI, Naker dan media harus menyebarluaskan untuk mendaftar ke BPJS,” terangnya.

Lebih lanjut ia menganjurkan agar masyarakat daftar mulai dari sekarang dan tidak menunggu sakit, jika sudah mendaftar bayar iurannya murah.

“Jika orang yang tidak mampu kan sudah ada mekanismenya, mereka tidak perlu membayar iuran karena didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayarkan oleh pemerintah, semua sudah ada mekanismenya, semua mudah saat ini tinggal kemauan. Kalau dulu mungkin ada yang mengatakan orang miskin dilarang sakit, sekarang ke balik. Jadi, semua penduduk silahkan berobat kalau sakit,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

BAGIKAN
Artikulli paraprakPuluhan PNS Ikut Pandawa
Artikulli tjetërSedekah Sampah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here