Kemenkop ‘Lucuti’ Pandawa

330
A Kafrawi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar Kota Depok Kafrawi mengatakan jika saat ini tim dari Kementrian Koperasi (Kemenkop) sedang melakukan audit terhadap Koperasi Pandawa.

“Ada sekitar 12 orang dari deputi pengawasan Kementrian Koperasi yang sedang mengaudit koperasi Pandawa. Nanti tinggal menunggu hasil dari audit tersebut, ” kata Kafrawi, Senin (25/7).

Dia memaparkan di dalam koperasi tidak ada istilah investasi, yang ada adalah penyertaan modal. “Kalau kasus koperasi Pandawa ini, dia belum melapor ke Dinas Koperasi Kota Depok dan tidak terdaftar di dalam koperasi Depok. Namun status keberadaanya terdaftar di Kementrian Koperasi karena mereka mengajukan ijinnya kesana,” paparnya.

Ia menuturkan saat ini tercatat ada sekitar 600 koperasi di Depok dan 50 persennya koperasi aktif. “Kalau yang memiliki NIK baru 53 koperasi dan jumlah anggota koperasi mencapai 50 ribuan. Petugas audit yang memeriksa koperasi Pandawa semua dari pemerintah pusat, tidak ada petugas dari Depok. Biasanya yang diaudit itu dilihat AD/ART,” tutur Kafrawi.

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyakat Depok agar selalu melihat secara teliti jika ingin bergabung menjadi anggota koperasi.

“Dilihat dari kewajaran saja. Kalau Koperasi Simpan Pinjam (KSP) bisa dilihat dari bunga bank nya dan tidak lebih dari 3 persen. Jika investasi, lihat arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Warga jangan tergiur dengan bunga yang tinggi. Jika ingin cepat dapat uang tidak bisa didapat dengan cara instan. Harus ada kerja keras,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here