70 Persen Rumah Terjual

494
Walikota-Depok-didampingi-komisaris-dan-direksi-PT-RMA-saat-melakukan-peletakan-batu-pertama-sebagai-pertanda-dimulainya-pembangunan-Masjid-Agung-Al-Barak

Sawangan | jurnaldepok.id
Perumahan berkonsep islami kini mulai banyak diminati oleh pembeli. Meskipun rumah bergaya modern dan minimalis menjamur di Kota Depok, namun rumah berkonsep islami tak kalah saing di kota berjuluk sejuta belimbing ini.

PT Rizki Mustika Abadi salah satu pengembang Perumahan Vila Rizki Ilhami 2 mengaku bahwa perumahan berkonsep islami yang mereka bangun saat ini telah terjual 70 persen.

“Peminatnya Alhamudulillah, hingga saat ini yang terjual sudah 70 persen dari total 722 unit, cukup bagus lah. Harga mulai dari Rp 550 juta sampai Rp 1,3 miliar, type mulai 36 sampai 130,” ujar Ade Haryadi Anwar, Komisaris Utama PT RMA didampingi Chairal Zikri, Direktur PT RMA kepada wartawan, Senin (25/7).

Ia menambahkan, bahwa Perumahan Rizki Ilhami 2 dibangun di atas lahan seluas 21 hektare. Saat ini sudah dua cluster yang telah dibangun yakni Cluster Arafah dan Cluster Mina selebihnya akan dibangun secara bertahap.

Dikatakannya, dibangunnya perumahan berkonsep islami tak lain banyaknya permintaan dari calon pembeli. Selain itu, rumah berkonsep islami juga sebagai wujud implementasi bahwa Depok kota yang religius.

“Pertama kami bangun di Karawaci, Depok mayoritas muslim nya lebih besar. Nilai investasi yang kami gelontorkan mencapai Rp 500 miliar. Kami saat ini tengah mencari lahan lagi untuk pengembangan,” terangnya.

Pernyataan tersebut diungkapkannya usai melakukan peletakan batu pertama Masjid Agung Al Barak di kawasan perumahan itu. Dikatakannya, masjid tersebut dibangun di atas lahan seluas 3.500 meter.

“Anggaran untuk membangun masjid tersebut mencapai Rp 5 miliar, nantinya bisa menampung lebih kurang 600 jamaah. Pembangunan kami rencanakan selama satu tahun,” katanya.

Walikota Depok, Mohammad Idris yang terjun langsung melakukan peletakan batu pertama itu mengatakan, bahwa konsep perumahan bernuansa islami di Kota Depok sesungguhnya telah ada sejak lama.

“Namun ada permasalahan-permasalahan modal dari investor itu sendiri, khususnya ketika ada aturan kavling 120. Nanti kami minta masukan-masukan seperti apa,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa wilayah seperti Sawangan, Bojongsari, Tapos Cilodong dan Cipayung masih menjadi wilayah pavorit untuk dibangun perumahan. Pasalnya, kata dia, ketersediaan lahan di wilayah tersebut masih memungkinkan.

“Ada juga untuk menyeimbangkan pembangunan empat ruas jalan tol. Kami ingin melakukan pemerataan pembangunan tidak hanya Margonda saja,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here