Qonita Reses Di Bojongsari

340
Hj Qonita Luthfiyah ketika mendengarkan aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses

Bojongsari | jurnaldepok.id
Anggota DPRD Kota Depok, Hj Qonita Luthfiyah menggelar reses di lingkungan RW 03 Kampung Kandang, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari. Dalam kesempatan itu, Qonita menyerap berbagai macam aspirasi masyarakat baik terkait dengan program fisik maupun non fisik.

“Kami memiliki komitmen untuk mengakomodir dan merealisasikan aspirasi masyarakat, kegiatan reses ini tak lain untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat,” ujar Qonita dihadapan peserta reses, kemarin.

Dari itu, Qonita lebih banyak memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan segala masukan dan usulannya terkait pembangunan di lingkungan baik fisik maupun non fisik. Tak hanya itu, ia juga meminta masyarakat bersabar terkait dengan realisasi pembangunan.

Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok itu juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sesungguhnya anggota dewan merupakan lembaga legislatif bukan eksekutif. Sementara eksekutor atau pemutus kebijakan tetap berada di pemerintah daerah.

“Aspirasi masyarakat jika sesuai dengan kebijakan, aturan, sarana dan fasilitas umum nya tetap akan kami sampaikan ke eksekutif melalui dinas terkait. Kami sifatnya mensuppot kebijakan itu, jadi ini harus dipahami oleh masyarakat,” paparnya yang berasal dari daerah pemilihan Sawangan, Bojongsari dan Cipayung.

Beberapa perwakilan RT, RW, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda yang berada di wilayah Bojongsari turut menyampaikan aspirasi terkait masalah saluran air, jalan lingkungan, posyandu hingga turap Makam Kampung Kandang.

“Kami berharap Ibu Qonita dapat membantu mewujudkan pembangunan di lingkungan kami, karena hingga saat ini kami belum memiliki posyandu. Untuk lahannya sudah ada, kami berharap segera direalisasikan,” harap Sofyan Husen, Ketua RW 03 Kelurahan Duren Seribu.

Sementara itu, Haerudin sebagai pengurus Makam Kampung Kandang mengusulkan turapnisasi Makam Kampung Kandang. Pasalnya, makam yang berada persis di pinggir kali semakin lama semakin terkikis oleh air.

“Panjangnya lebih dari 100 meter, mudah-mudahan Ibu Qonita dapat menampung dan merealisasikan usulan kami. Itu makam untuk tiga lingkungan di wilayah kami, kami berharap bisa diwujudkan,” terangnya.

Salah seorang tokoh agama sekaligus penyuluh di lingkungan Kampung Kandang, Kiyai Muslim juga menyampaikan aspirasinya. Dirinya sempat menanyakan honor penyuluh yang hingga kini belum juga cair.

Segala masukan dan usulan pembangunan tersebut kemudian ditampung dan diinventarisir oleh staf Hj Qonita yakni Ichwan Stiaji untuk kemudian dimasukan dalam pokok pikiran dan dapat direalisasikan pembangunannya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here