PNS Dilarang Main Pokemon

262
Pradi Supriatna

Balaikota | jurnaldepok.id
Wakil Walikota Depok ,Pradi Supriatna menghimbau agar para Pegawai Negeri Sipil tidak mengunduh aplikasi Pokemon Go di smartphone mereka. Menurutnya aplikasi game yang sedang mewabah tersebut bisa berdampak negatif bagi kinerja pegawai.

“Tidak diizinkan memainkan game Pokemone Go. Masih banyak yang harus dikerjakan,” kata Pradi.

Dirinya menjelaskan jika ada PNS saat bekerja kemudian ketahuan bermain game tersebut maka pihaknya akan memberikan sanksi kedisiplinan. Pradi menjelaskan setiap kepala dinas harus mengawasi anak buahnya saat bekerja. “Jangan sampai ada yang main-main. Mereka kan digaji dengan uang rakyat,”jelasnya.

Dia memaparkan sejumlah kejadian yang berdampak buruk pada pemain game online tersebut sudah terjadi. Ia tidak ingin ada warga Depok, yang menjadi korban saat bermain game Pokemon Go.

“Asal tahu tempat saja boleh. Tapi, saya sarankan jangan unduh aplikasi itu khususnya bagi PNS,” tandasnya.

Sebelumnya Pengamat Sosial Budaya Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati mengatakan bentuk-bentuk permainan pada umumnya, game online dapat memberikan pengalaman menghanyutkan (flow experience). Pengalaman ini juga membawa serta stimulus-stimulus yang membuat pemain merasa penasaran dan tertantang. Game online menghadirkan tingkat-tingkat kesulitan yang semakin tinggi dari satu level permainan ke level berikutnya.

“Sehingga menantang pemainnya untuk terus maju setelah menyelesaikan suatu rintangan tertentu,” kata pengamat sosial budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati.
Pada saat seorang pengguna internet sudah hanyut di dalam dunia permainan ini dan nyaris tidak bisa keluar darinya. Ketika itulah seseorang dicirikan sebagai kecanduan atau adiksi game online. Dari hasil penelitian dirinya, adiksi game ditandai dengan seberapa besar pengaruh negatif dari permainan game online terhadap hidup pemain secara keseluruhan. “Telah banyak pemain game online yang mengalami kecanduan, ditandai dengan perubahan negatif besar dari dampak ketergantungan mereka kepada permainan game online,” paparnya.

Dijelaskan Devie, sebagai sarana hiburan, game online sendiri sebenarnya tidak berbahaya. Bahkan dapat membantu seseorang untuk mendapatkan teman baru dan mempelajari bahasa Inggris dengan cara yang mengasyikkan. Akan tetapi jika kebiasaan ini telah menjadi kecanduan atau adiksi, bermain game online dapat memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan mental dan kehidupan psikososial seseorang.

“Kecanduan game online bahkan menyebabkan sebagian orang melakukan tindakan-tindakan yang di luar akal sehat,” ujarnya. nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here