Waspada Game Online

350

Beji | jurnaldepok.id
Adiksi game online nampaknya telah menjadi fenomena tersendiri dalam kehidupan saat ini. Game online merupakan aplikasi permainan yang terhubung dengan jaringan internet. Aplikasi semacam ini kian mudah diakses dari hari ke hari dengan semakin memasyarakatnya internet. Bukan hanya para pengguna internet yang sudah dewasa, para pengguna yang terbilang masih remaja atau bahkan anak-anak pun dapat dengan mudah terhubung dengan jaringan permainan game online.

Sepertinya bentuk-bentuk permainan pada umumnya, game online dapat memberikan pengalaman menghanyutkan (flow experience). Pengalaman ini juga membawa serta stimulus-stimulus yang membuat pemain merasa penasaran dan tertantang. Game online menghadirkan tingkat-tingkat kesulitan yang semakin tinggi dari satu level permainan ke level berikutnya.

“Sehingga menantang pemainnya untuk terus maju setelah menyelesaikan suatu rintangan tertentu,” kata pengamat sosial budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati.

Ia mengatakan pelevelan tingkat kesulitan biasanya juga dibarengi dengan pemberian berbagai macam reward. Misalnya berbagai item baru yang dapat digunakan dalam menghadapi rintangan berikutnya. Selain itu, setiap level permainan biasanya juga menghadirkan hal-hal baru, entah dalam bentuk rintangan baru, medan baru, musuh baru, atau alat-alat baru. Dengan pengalaman-pengalaman yang dihadirkan seperti di atas, tak mengherankan jika game online dapat membuat pemainnya tidak dapat berhenti bermain dan bergelut di dalamnya. “Bahkan sampai mengabaikan aktivitas-aktivitas lain,” katanya.

Pada saat seorang pengguna internet sudah hanyut di dalam dunia permainan ini dan nyaris tidak bisa keluar darinya. Ketika itulah seseorang dicirikan sebagai kecanduan atau adiksi game online. Dari hasil penelitian dirinya, adiksi game ditandai dengan seberapa besar pengaruh negatif dari permainan game online terhadap hidup pemain secara keseluruhan. “Telah banyak pemain game online yang mengalami kecanduan, ditandai dengan perubahan negatif besar dari dampak ketergantungan mereka kepada permainan game online,” paparnya.

Dijelaskan Devie, sebagai sarana hiburan, game online sendiri sebenarnya tidak berbahaya. Bahkan dapat membantu seseorang untuk mendapatkan teman baru dan mempelajari bahasa Inggris dengan cara yang mengasyikkan. Akan tetapi jika kebiasaan ini telah menjadi kecanduan atau adiksi, bermain game online dapat memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan mental dan kehidupan psikososial seseorang.

“Kecanduan game online bahkan menyebabkan sebagian orang melakukan tindakan-tindakan yang di luar akal sehat,” ujarnya. n Nur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here