Walikota Turun Tangan

279
Perwakilan-MOD-RSUD-Kota-Depok-bersama-orang-tua-Andini-saat-memantau-kesehatan-Andini-kemarin

Sawangan | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris telah menginstruksikan jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok untuk memberikan perawatan yang intensif terhadap Yuniarti Tri Andini (9) yang mengidap tumor ganas.

Hal tersebut diungkapkan langsung melalui Direktur RSUD Kota Depok, Dewi Damayanti. Dalam keterangannya Dewi mengatakan, bahwa dibawanya Andini ke RSUD lantaran pasien sering mengalami kesakitan dan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal.

“Selain itu, terlalu banyak yang berkunjung ke rumahnya sehingga khawatir terinfeksi penyakit lain. Di RSUD sifatnya trapi untuk meringankan nyeri dan meningkatkan keadaan umumnya, serta perawatan lukanya. Pak Wali yang menjadi tim ketua nya,” ujar Dewi kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dewi menambahkan, Andini ditangani oleh sedikitnya enam dokter seperti dokter anak, dokter bedah, dokter anastesi, dokter kulit, dokter jiwa, dokter mata dan perawat. Namun begitu Dewi menjelaskan jika untuk terapi kanker nya tetap di RS Fatmawati.

Lebih lanjut ia mengatakan, sedari awal pihaknya telah memfasilitasi pengobatan Andini, hanya memang, kata dia, penyakitnya adalah kanker ganas yang cepat menyebar dan terapi untuk kankernya di Fatmawati.

“Di RSUD untuk perbaikan keadaan umum untuk persiapan kemoterapi nya. Secara umum keadaanya baik, hanya pasien merasa nyeri jadi kami terapi untuk nyeri nya,” ungkapnya.

Ibu Andini, Sutinah mengatakan sejak setahun lalu Andini terdapat benjolan di belakang telinga sebelah kanan. Kala itu benjolan masih kecil belum berkembang besar seperti sekarang. Kini merembet ke bagian lain yakni di perut depan, perut belakang, pipi, bahkan tumor sudah menutupi mata sebelah kanannya.

Ia berharap ada keajaiban yang dialami Andini. “Anaknya dari dulu emang pendiem, pemalu tapi lucu. Dia memang nggak ada omongnya. Di sekolah kata gurunya juga pendiem. Kalau lagi dateng sakitnya, badannya panas banget kayak kompor kalau demam,” ucap Sutinah.

Sejak divonis mengidap tumor, Andini tidak masuk sekolah. “Enam bulan dia nggak masuk sekolah. Harusnya dia naik kelas 5 tapi keadaannya lagi sakit begini,” tambahnya.

Suami Sutinah, Wahyudi yang berprofesi sebagai satpam di Komplek Perumahan yang berlokasi di Jalan Sawangan Raya dengan penghasilan yang minimnya mengaku tidak bisa melakukan pengobatan maksimal dikarenakan keterbatasan biaya perawatan.

“Yah mau gimana lagi, harus sabar, saya cuma ingin anak saya segera diangkat penyakitnya. Saya nggak sanggup lihat penderitaan dia,” tandasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here